Pimpinan Sekolah Khadijah Harus Peka Lingkungan Sosial

Hari ke-5 Diklat Pimpinan Sekolah di Lingkungan Yayasan Taman Pendidikan dan Sosial Nahdlatul Ulama (YTPSNU) Khadijah Surabaya  terasa sangat istimewa. Anggota badan kehormatan DPR RI Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa, M.Si  menjadi salah satu narasumber diklat pimpinan sekolah Khadijah yang dilaksanakan mulai tanggal 31 Maret 2014 sampai tanggal 5 April 2014 di Meeting room  Yayasan Khadijah. Direktur Pendidikan Yayasan Khadijah Drs Suwito, M.M mengatakan diklat pimpinan sekolah ini dilaksanakan dengan strategi in service learning I (31 Maret-5 April 2014), on the job learning (7-12 April 2014) dan in service II (21-22 April 2014). Pelatihan ini diikuti oleh 23 peserta dari pimpinan sekolah KB-TK, SD, SMP hingga SMA Khadijah dengan mengundang narasumber dari lembaga pengembangan dan pemberdayaan kepala sekolah (LPPKS) Indonesia, badan diklat pemprov Jatim, dan Universitas Ciputra.

 

Suwito menambahkan bahwa untuk hari ke-5 ini sengaja mengundang anggota BK DPR RI Prof Dr. Ali Maschan Moesa dengan harapan beliau  memberikan motivasi dan kontribusi pemikiran bagaimana menjadi pemimpin di sekolah dan juga sekaligus di masyarakat.” Prof Ali Maschan ini adalah anggota dewan pusat juga mantan Ketua PWNU Jawa Timur pasti berkompeten untuk materi kompetensi sosial pimpinan sekolah. Beliau juga  pernah mengabdi sebagai guru di SMP-SMA Khadijah kurang lebih 20 tahun sehingga tentunya lebih tahu cara bagaimana memotivasi guru atau pimpinan sekolah.”  ujar bapak yang dikenal disiplin tinggi.  

 

Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa, M.Si  menjelaskan bahwa pimpinan sekolah di lingkungan Yayasan Khadijah harus mampu menjadi pemimpin di sekolah dan juga di masyarakat karena mereka adalah guru sekaligus pimpinan yang harus memberi contoh baik bagi muridnya atau contoh di tengah masyarakat. Menurutnya, secara ilmu pimpinan sekolah ini orang-orang pilihan yang mempunyai kelebihan dibandingkan dengan guru lainnya. “Salah satu sifat yang harus dimiliki oleh pemimpin adalah peka dan tanggap terhadap lingkungan masyarakat dimana dia berada. Pemimpin itu juga harus mampu menjaga keseimbangan kondisi sosial di masyarakat bila terjadi konflik atau permasalahan,” kata guru besar UIN Sunan Ampel. “contohnya Rosulullah Muhammad SAW bagaimana beliau mampu menjaga keseimbangan dan stabilitas sosial di masyarakat Madinah yang tidak hanya umat islam tapi juga umat agama lain Begitu juga walisongo dalam memimpin masyarakat waktu itu.” tambah kakak kandung anggota BPK Ali Masykur Moesa.

 

Direktur Pendidikan Yayasan Khadijah Suwito menyampaikan bahwa hasil pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dari unit pendidikan KB-TK, SD, SMP dan SMA Khadijah tahun 2014 ini diharapkan dapat memberikan kontribusi, komitmen dan pikiran adanya paradigma baru dalam kepemimpinan serta adanya upaya penguatan kapasitas kepemimpinan di lingkungan Yayasan Khadijah Surabaya. Sehingga dapat membawa kemajuan pendidikan di sekolah baik di tingkat pendidikan dasar maupun pendidikan menengah.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *