Yayasan Khadijah Menguatkan Peta Pengembangan bidang Pengajaran, Prestasi Internasional dan Penguatan Bidang Sosial

Berlangsung dua hari penuh, berlangsung di Hotel Singgasana Surabaya, Sabtu dan Minggu tgl 29 – 30 September 2018, Ketua Yayasan Khadijah Hj Khofifah Indar Parawansa memantau penuh dan mengarahkan pelaksanaan raker yayasan Khadijah. Khofifah memberi arahan forum kerja bersama jajaran dewan pembina, kepala kepala unit dan pengawas yayasan dan kepala kepala sekolah karena tahun depan Khadijah ingin didorong bekerja dg kinerja dan strategi baru yg lebih modern.

Raker membahas dg seksama pemetaan tantanga dan rencana kerja bidang : 1. bidang pendidikan, pengajaran dan tarbiyah, 2. rencana khusus bidang peningkatan prestasi siswa di tingkat internasional, dan 3. rencana strategis pengembangan unit unit layanan sosial yayasan Khadijah dg adopsi pola baru yg lebih baik.

Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Si.

Khofifah menandaskan lagi pentingnya energi perubahan dan pencarian pola pola inovasi baru bila ingin menjangkau kemajuan cepat di era modern zaman industri 4.0.

“Makanya kami undang beberapa orang yg telah berproses lama di tiga bidang dimaksud agar kita bisa menarik pelajaran. Pelajaran perbaikan itu bisa kita ambil dari mana saja” katanya dalam arahannya.

“Kita harus selalu melakukan kajian dan ikhtiar mendalam menyesuaikan dg kemajuan yg luar biasa di lingkungan luar kita. Tanpa itu, Khadijah tak akan bisa menjangkau kemajuan seperti yg dicita citakan para pendirinya” tandasnya.

Khofifah juga ingin bekerja sama secara dg kelompok strategis untuk kemajuan Khadijah. “Saya ingin bergerak cepat di berbagai bidang, maka kami undang beliau beliau itu untuk sharing pengalaman dan mengambil kisah pola strategis yg dapat diaplikasikan disini”. Imbuhnya lagi.

Dalam Raker tsb Khofifah mengundang antar lain KH Asep Syaifudin Chalim, tokoh pendidikan pesantren pemilik Yayasan Amanatul Ummah, Prof. M. Mas’ud Said, mantan Staf Khusus Mensos yg juga pengelola Yayasan Sosial Sabilillah Malang.

Dr. KH. Asep Syaifuddin Chalim, M.A.

KH Asep memberi penguatan bahwa dalam mengelolaan pendidikan jaman sekarang, ikhtiar batiniah saja tidak cukup, harus ada ikhtiar bathiniah dan doa doa khusus bahkan riyadoh khusus dalam keadaan sepi yg dilakukan oleh guru guru pengasuh, kepala sekolah dan juga pimpinan teras yayasan. Tanpa itu, kata Kyai Asep capaian kita akan biasa biasa saja. Kekuatan kita itu biasa tapi kekuatan doa kita bisa menembus langit sehingga anak anak didik dan lembaga kita memancarkan nur atau cahaya kemajuan.

Prof. Johanes Jahya

Selain itu Khofifah juga mengundang Prof Johanes Jahya, ahli pengembangan kompetisi siswa di tingkat nasional dan internasional. Khofifah ingin mendorong siswa berprestasi di Khadijah untuk tampil lebih luas di kancah internasional. Oleh sebab itu harus ada arahan khusus bagi beberapa anak didik dg kemampuas istimewa untuk di-push kekutan kompetensi dan kemampuan kompetisinya di tingkat yg lebih tinggi.

Dalam Raker Khofifah juga mendorong bidang Sosial yayasan Khadijah untuk memperbaiki kinerja kelembagaannya dan memperluas program sosial yg sdh berjalan dg cara yg lebih smart dan profesional. Jangan lupa, yayasan ini oleh para pendiri juga dimaksudkan untuk melayani ummat terutama dhuafa dan masakin dan itu ada di bidang sosial. Justru bidang ini akan manjadi unggulan kalau bisa terus dikembangkan.

Prof. M. Mas’ud Said, Ph.D

Dalam kesempan itu M. Mas’ud Said berbicara tentang pengalamannya mengembangkan bidang layanan sosial terintegrasi dg pola pemberdayaan sosial masyarakat. Bidang sosial sesungguhnya bisa menjadi ladang dan strategi dakwah bil hal sebagai bagian dari dakwah modern. Prof M Mas’ud Said menekankan betapa pentingnya strategi dakwah baru khususnya di lingkungan perkotaan di jaman modern ini dg melihat perkembangan masa kini dg pelayanan sosial yg maju dg menguatkan jejaring filantrofis di Jatim.

Dikatakan bahwa tantangan yayasan sosial memerlukan strategi baru dg memanfaatkan teknologi dan pendekatan yg lebih modern misalnya dg penggunaan website, jaringan peliputan yg modern dan mensasar lapisan atas yg memiliki banyak uang atau jaringan filantropis yg dananya sangat banyak di luar sana.

Acara Raker ditutup dg semangat baru, diakhiri dg penanda tanganan DIK pada tahun yg akan datang. Dengan diserahkannya DIK maka ini adalah awal kerja dg cara baru sekaligus menerapkan konsep baru dakwah dan pendidikan di lingkungan NU sesuai dg lingkungan baru di abad sekarang. Khofifah berharap tahun depan kita akan selalu memperbaiki kinerja kelembagaan dan ideologi kemajuan harus melekat di hati pengurus Yayasan. Insyaallah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *