Category Archives: Agenda Kegiatan

Pra Raker Yayasan Khadijah : Mempertajam Karakter Islami dan Prestasi Siswa Khadijah

Tahun 2017, Yayasan Taman Pendidikan dan Sosial Nahdlatul Ulama Khadijah sudah berusia  63 tahun. Dengan tema “  Khadijah Bangkit, Berkarakter Islami dan Berprestasi”, pengurus Yayasan Khadijah menyelenggarakan Pra Rapat Kerja (Raker) Yayasan Khadijah. Kegiatan pra raker dilaksanakan selama 2 hari, mulai tanggal 9-10 September 2017 di meeting room  kantor Yayasan Khadijah. Selain pengurus Yayasan, pra raker ini diikuti oleh para pimpinan unit pendidikan di Yayasan Khadijah, pimpinan dua pondok pesantren putra Khadijah dan pondok pesantren putri NU Surabaya.

Agenda pra Raker di hari pertama adalah pengarahan pengurus Yayasan. Sebelum materi para ketua, terlebih dahulu sekretaris umum Yayasan, H. Muhammad Iqbal, M.Si menyampaikan kembali visi-misi Yayasan Khadijah dan gambaran alur pra raker. Pengarahan pengurus diawali  dengan pemaparan ketua bidang pendidikan, Prof. Surahmat, M.Si. Di hadapan 55 peserta pra raker, guru besar matematika itu mengingatkan bahwa sebagai pimpinan sekolah harus mempunyai cita-cita  yang  bisa menjawab terhadap visi-misi lembaga Yayasan Khadijah. Yaitu sebagai PUSAT PENDIDIKAN ISLAM  INTERNASIONAL YANG MEMBENTUK SDM UNGGUL DAN KOMPETITIF. Penyampaian materi dilanjutkan dengan pengarahan ketua bidang sosial, Dra. Hj. Fatmah Abbas. Dilanjutkan dengan materi ketua bidang usaha Dra. Hj.Lilik Fadhilah, M.Pd.I sampai pukul 12.40 WIB.

 

Setelah ishoma,  dilanjutkan dengan penyampaian materi ketua bidang keagamaan  dan pondok pesantren, Drs. H. Abdullah Sani, M.Pd. Beliau menyampaikan bahwa keunggulan bidang agama yang ada di semua unit sekolah Khadijah harus terus ditingkatkan. Misal kompetensi Alquran.

Seusai bidang keagamaan dilanjutkan dengan pemaparan ketua bidang sarana prasarana, SDM, keuangan dan administrasi, Drs.H. Suwito, M.M. Beliau menyampaikan bahwa pengelolaan keuangan sekolah dan Yayasan sekarang sudah berbasis SIM (sistem informasi manajemen) yang terkoneksi online dan realtime. Begitu juga dengan adminstrasi tenaga pendidik dan kependidikan (PTK) sudah berbasis SIM. “ bila ada guru yang sudah selesai S-2nya maka harus melakukan update biodatanya secara online di SIM Yayasan Khadijah sehingga data terkini yang ada di SIM akan dijadikan sumber pemetaan dan pengembangan SDM PTK”, kata Bapak  Suwito.

Setelah pengarahan  pengurus untuk masing-masing bidang, dilanjutkan dengan sesi dialog dengan semua peserta sampai pukul 16.00 WIB. Acara di hari pertama diakhiri sampai sore hari. Semoga pengarahan pengurus Yayasan menjadi bahan masukan bagi pimpinan sekolah mulai KB-TK, SD, SMP, SMP, SMA Khadijah dan pondok pesantren.

Upacara Kemerdekaan RI 17 Agustus 2017 YTPSNU Khadijah

17 Agustus adalah waktu yang sangat bersejarah bagi seluruh rakyat indonesi, karena pada tanggal tersebut Indonesia menyuarakan kemerdekaan negara indonesia dengan pembacaan teks proklamasi yang diprakarsai oleh pejuang merah putih Drs. Ir. Soekarno didampingi oleh Drs. Muhammad Hatta bertempat di Jalan Pegangsaan Timur 56, Jakarta Pusat. Yang mana sekarang lebih terkenal dengan nama Jl. Proklamasi. Pada tempat ini pula terdapat tugu peringatan proklamasi kemerdekaan RI yang diberi nama Tugu Proklamasi atau Tugu petir. Tugu Proklamasi berdiri di tanah lapang komplek Taman Proklamasi yang memiliki bentuk bulat tinggi berkepala lambang petir. Selain Tugu Proklamasi juga berdiri patung Soekarno-hatta berukuran besar yang berdiri berdampingan, mirip dengan dokumentasi foto ketika naskah proklamasi pertama kali dibacakan. Di tengah-tengah dua patung proklamator terdapat patung naskah proklamasi terbuat dari lempengan batu marmer hitam, dengan susunan dan bentuk tulisan mirip dengan naskah ketikan aslinya.

Pada 17 Agustus 2017 ini seluruh warga Negara Indonesia kembali mengenang kemerdekaan Negara Republik Indonesi dengan menggelar upacara pengibara bendera merah putih. Yayasan Taman Pendidikan dan Sosial Nahdlatul Ulama Khadijah juga ikut andil dalam perayaan Nasional ini dengan menggelar upacara pengibaran bendera dan mengadakan beberapa perlombaan seperti jalan sehat dengan hadiah yang sangat menarik, dan lomba lainnya seperti basket, futsal, lari karung, estafet karet dan lomba-lomba lain yang bertujuan untuk memeriahkan perayaan Kemerdekaan Negara Republik Indonesia ini.

Pengibaran sang saka merah putih oleh pasukan paskibra Smp Khadijah diiringi dengan lagu indonesia raya oleh paduan suara Smp Khadijah. Pada upacara kali ini yang bertugas sebagai pembina upacara adalah ketua I Yayasan Khadijah “Prof. Dr. Drs. H. Surahmat, M. Si.”.

Prof. Dr. Drs. H. Surahmat, M. Si.

Beliu berpesan kepada kita semua sebagai generasi pancasila untuk mengisi kemerdekaan indonesia ini dengan ilmu pengetahuan dan akhlakul karima yang baik, kita harus berusaha untuk menguasai semua ilmu pengetahuan. Upacara yang berjalan dengan hikmat ini diakhiri dengan pembacaan do’a oleh ketua VI Yayasan Khadijah “Drs. H. Abdulah Sani, M.Pd.I.”.

Drs. H. Abdulah Sani, M.Pd.I

Di akhir Upacara, Yayasan Khadijah juga membacakan beberapa surat keputusan diantaranya adalah keputusan Yayasan Khadijah tentang penghargaan kepada Guru dengan masa pengabdian 25 Tahun dan Siswa-Siswi berprestasi pada Smester II tahun pelajaran 2016-2017 yang dibacakan langsung oleh sekertaris umum Yayasan Khadijah “H. Muhammad Iqbal, S.Ag. M. Si.”. berikut ini adalah foto pembacaan SK dan penerima penghargaan tersebut.

Ada apa dengan Indonesia dan Khadijah dibulan Agustus ?

Agustus adalah bulan yang begitu spesial untuk YTPSNU Khadijah karena selain merayakan hari kemerdekaan Indonesia yang ke-72 YTPSNU Khadijah juga merayakan hari lahir yang ke-63 tahun tepatnya pada tanggal 1 Agustus 2017. Jika Soerkarno-Hatta adalah pelopor sekaligus pejuang kemerdekaan Negara Indonesia maka KH. Wahab Turcham adalah guru sekaligus pelopor berdirinya Yayasan Taman Pendidikan dan Sosial Nahdlatul Ulama Khadijah ini, doa dan rasa terima kasih kita haturkan kepada para pejuan yang telah mendahului kita, Amin. Dan berikut ini adalah deskripsi Agustus di tahun 2017 ini :

Indonesia dan Khadijah adalah istimewa

Indonesia berusia 72, 7+2=9

Khadijah berusia 63, 6+3=9

Indonesia merdeka tahun 45, 4+5=9

Khadijah lahir tahun 54, 5+4=9

1945 – 1954 = 9

Sama-sama lahir bulan Agustus

Sama-sama berujung di angka 9

Disokong oleh wali 9

Khadijah membangun Indonesia

Indonesia dipupuk Khadijah.

Peringatan Hari Lahir Yayasan Taman Pendidikan dan Sosial Nahdlatul Ulama Khadijah Ke-63

Agustus 2017 adalah bulan istimewa, selain secara nasional kita memperingati hari kemerdekaan, secara khusus, Yayasan Khadijah merayakan hari lahir Yayasan Khadijah yang ke 63.
Ya 63 tahun lalu para ulama dan cendekiawan NU Surabaya berjuang mendirikan sekolah mualimat yang kelak menjadi cikal bakal Yayasan Khadijah. K.H ABDUL WAHAB TURCHAM adalah guru sekaligus pendiri Yayasan Taman Pendidikan dan Sosial Nahdlatul Ulama Khadijah, pada 2 Dzulhijjah 1373 H atau bertepatan dengan 1 Agustus 1954. Pemilihan waktu tersebut mengandung makna dan hikmah yang diharapkan akan menjadi pemicu dan motivasi bagi para pelaksananya: 1 Agustus 1954 jika diartikan berdasarkan kata sangkala maka : 1 = Asal, 8 = Harapan, 1 = Ada, 9 = Ilmu, 5 = Emas, 4 = Dapat. Jadi ” Asal Harapan Ada Ilmu Emas Dapat”.
Kini 63 tahun sudah lembaga ini berdiri, saat ini berkembang melayani kebutuhan pendidikan masyarakat Indonesia. 63 sendiri adalah angka istimewa, karena di usia inilah Sang Nabi agung wafat, 6+3 adalah 9 yang berarti wali songo (jumlah bintang di lambang Yayasan Khadijah).
Jumlah 9 ini juga menjadi jumlah unit pendidikan yang secara resmi sudah beroperasi di Yayasan Khadijah (1. TK Khadijah, 2. TK Khadijah Pandegiling,3. TK Khadijah Wonorejo, 4. SD Khadijah, 5. SD Khadijah 3, 6. SD Khadijah Pandegiling, 7. SMP Khadijah, 8. SMP Khadijah 2, dan 9. SMA Khadijah).
Secara kultural, Yayasan Khadijah juga mendirikan pendidikan berbasis pesantren yakni pesantren Putra dan Pesantren Putri Khadijah


Dalam peringatan ulang tahun ke 63 ini Yayasan Khadijah menyelenggarakan kegiatan jalan sehat yang melibatkan sekitar 300 murid, wali murid dan guru. Hadiah utama jalan sehat ini adalah sepeda motor disamping ratusan hadiah hiburan yang lain.

 

Menpora Buka Festival Maulid di SD Khadijah Surabaya

Menteri Pemuda dan Olaharga H.Imam Nahrowi membuka secara resmi pertandingan Futsal Dj’s Cup tingkat SD/MI se Jawa Timur di SD Khadijah Surabaya Sabtu (19/12/2015). Bertempat di lapangan futsal Yayasan Khadijah jalan A.Yani 2-4 Surabaya Menpora Imam Nahrowi dengan semangat menendang bola sebagai tanda pembukaaan kompetisi futsal tersebut.

Menteri asal bangkalan madura ini mengatakan bahwa olahraga bisa mengharumkan nama bangsa ini dengan prestasi juara. “Jadilah pemain dunia yang taat pada keputusan wasit, sportif, dan fair play,” katanya. Lomba futsal yang diikuti 31 tim ini adalah rangkaian kegiatan festival maulid SD Khadijah Surabaya.

Kegiatan festival maulid  lainnya adalah lomba mewarnai tingkat TK dan SD kelas 1-3 (17 Januari 2016), permainan tradisional boy boyan (19 Desember 2015-10 Janauari 2016), Fashion show (16 Januari 2016),  tari competition untuk usia TK dan sederajat (16 Januari 2016) dan parade anak sholeh SD Khadijah Surabaya (17 Januari 2016). Info pendaftaran lomba (031-8294389). Kepala SD Khadijah Surabaya Syifaul Khoir mengatakan bahwa kegiatan ini adalah upaya menumbuhkan minat bakat dan mengasah kreatifitas  anak-anak.” Para siswa harus diajak mengukir prestasi di berbagai bidang termasuk melalui kegiatan ini”, kata Kepala sekolah yang sedang menyelesaikan program doktoralnya di sela-sela acara pembukaan festival ini.

Kembangkan Jiwa Entrepreneurship, Sekolah Khadijah Studi Banding ke Sekolah Ciputra

Sebanyak 23 peserta diklat Pimpinan Sekolah Khadijah berkunjung ke Sekolah Citra Berkat Surabaya (10/4). Kunjungan dalam rangka on the job learning diklat pimpinan Sekolah Khadijah ini diterima langsung oleh direktur akademik Sekolah Citra Berkat Surabaya Adi Rasidi.

Sekretaris Yayasan Khadijah Yulia Istianah yang mendampingi rombongan Khadijah berharap kunjungan ini memberikan spirit perubahan paradigma bagi pimpinan sekolah dalam mengelola unit sekolah yang di bawah naungan Yayasan Khadijah. “ Pimpinan sekolah harus selalu berinovasi  dalam mengelola sekolah supaya para siswa juga menemukan spirit inovasi dalam setiap pembelajarannya,” tambah sekretaris bidang pendidikan Yayasan Khadijah.

Direktur Akademik Sekolah Citra Berkat Surabaya Adi Rasidi menyampaikan bahwa Sekolah Citra Berkat ini menanamkan dan  mengembangkan tiga nilai dalam semua aspek dan proses pendidikan mulai KB-TK, SD, SMP sampai SMA. Yaitu : Integritas, profesional dan entrepreneurship. Bapak yang juga pernah menjadi Kepala Sekolah Internasional Ciputra ini menambahkan iklim pembelajaran yang dibentuk kepada para murid antara lain exploring, planning, doing, communicating and reflecting. “ “Jadi kalau guru sebelum masuk kelas tidak menyiapkan RPP maka dijamin akan kebingungan melayani kondisi kelas yang sudah terbentuk iklim pembelajarannya”, ujar direktur yang  penuh sahaja ini.

Direktur Pendidikan Yayasan Khadijah Suwito juga menambahkan setelah kunjungan ini para pimpinan Sekolah Khadijah diharapkan membuat konsep perubahan bagi setiap sekolah di lingkungan Yayasan Khadijah yang terukur. “ saya lihat di Sekolah Citra Berkat ini semuanya sudah mempunyai SOP yang dihasilkan dari proses menerjemahkan visi misi sekolah ini. Sekarang kita berharap nilai positif dari kunjungan ini adalah bagaimana proses menajamkan dan menanamkan visi misi Sekolah Khadijah dengan pendekatan yang positif kepada semua guru dan siswa.”harap bapak yang dikenal disiplin ini.    

Pimpinan Sekolah Khadijah Harus Peka Lingkungan Sosial

Hari ke-5 Diklat Pimpinan Sekolah di Lingkungan Yayasan Taman Pendidikan dan Sosial Nahdlatul Ulama (YTPSNU) Khadijah Surabaya  terasa sangat istimewa. Anggota badan kehormatan DPR RI Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa, M.Si  menjadi salah satu narasumber diklat pimpinan sekolah Khadijah yang dilaksanakan mulai tanggal 31 Maret 2014 sampai tanggal 5 April 2014 di Meeting room  Yayasan Khadijah. Direktur Pendidikan Yayasan Khadijah Drs Suwito, M.M mengatakan diklat pimpinan sekolah ini dilaksanakan dengan strategi in service learning I (31 Maret-5 April 2014), on the job learning (7-12 April 2014) dan in service II (21-22 April 2014). Pelatihan ini diikuti oleh 23 peserta dari pimpinan sekolah KB-TK, SD, SMP hingga SMA Khadijah dengan mengundang narasumber dari lembaga pengembangan dan pemberdayaan kepala sekolah (LPPKS) Indonesia, badan diklat pemprov Jatim, dan Universitas Ciputra.

 

Suwito menambahkan bahwa untuk hari ke-5 ini sengaja mengundang anggota BK DPR RI Prof Dr. Ali Maschan Moesa dengan harapan beliau  memberikan motivasi dan kontribusi pemikiran bagaimana menjadi pemimpin di sekolah dan juga sekaligus di masyarakat.” Prof Ali Maschan ini adalah anggota dewan pusat juga mantan Ketua PWNU Jawa Timur pasti berkompeten untuk materi kompetensi sosial pimpinan sekolah. Beliau juga  pernah mengabdi sebagai guru di SMP-SMA Khadijah kurang lebih 20 tahun sehingga tentunya lebih tahu cara bagaimana memotivasi guru atau pimpinan sekolah.”  ujar bapak yang dikenal disiplin tinggi.  

 

Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa, M.Si  menjelaskan bahwa pimpinan sekolah di lingkungan Yayasan Khadijah harus mampu menjadi pemimpin di sekolah dan juga di masyarakat karena mereka adalah guru sekaligus pimpinan yang harus memberi contoh baik bagi muridnya atau contoh di tengah masyarakat. Menurutnya, secara ilmu pimpinan sekolah ini orang-orang pilihan yang mempunyai kelebihan dibandingkan dengan guru lainnya. “Salah satu sifat yang harus dimiliki oleh pemimpin adalah peka dan tanggap terhadap lingkungan masyarakat dimana dia berada. Pemimpin itu juga harus mampu menjaga keseimbangan kondisi sosial di masyarakat bila terjadi konflik atau permasalahan,” kata guru besar UIN Sunan Ampel. “contohnya Rosulullah Muhammad SAW bagaimana beliau mampu menjaga keseimbangan dan stabilitas sosial di masyarakat Madinah yang tidak hanya umat islam tapi juga umat agama lain Begitu juga walisongo dalam memimpin masyarakat waktu itu.” tambah kakak kandung anggota BPK Ali Masykur Moesa.

 

Direktur Pendidikan Yayasan Khadijah Suwito menyampaikan bahwa hasil pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dari unit pendidikan KB-TK, SD, SMP dan SMA Khadijah tahun 2014 ini diharapkan dapat memberikan kontribusi, komitmen dan pikiran adanya paradigma baru dalam kepemimpinan serta adanya upaya penguatan kapasitas kepemimpinan di lingkungan Yayasan Khadijah Surabaya. Sehingga dapat membawa kemajuan pendidikan di sekolah baik di tingkat pendidikan dasar maupun pendidikan menengah.

 

SD Khadijah 3 Surabaya Bangun Gedung Baru

Pengembangan Pendidikan Yayasan Khadijah terus dilakukan. Kali ini rencana pembangunan gedung baru SD Khadijah 3  dimulai dengan ditandai peletakan batu pertama (8/9). Sekolah yang berada di daerah surabaya barat itu sudah waktunya memiliki ruang kelas yang baru, lebih nyaman, lebih kondusif, lebih ramah lingkungan dan ramah siswa. Pembangunan gedung baru menempati  sisi timur bangunan SD lama yang masih berupa lahan kosong seluas 4.000 m2. Hadir di acara yang istimewa  Hj. Khofifah Indar Parawansa ketua umum Yayasan Khadijah dengan didampingi  Hj. Fatmah Abbas pengawas,  H. Muhammad Thohir ketua I, Hj. Yulia Istianah sekretaris I, Hj. Nihayah Djabbar bendahara. H. Moh Ali Aziz Konsultan, H.Suwito Direktur Pendidikan dan beberapa kepala sekolah di lingkungan Khadijah serta tokoh agama setempat KH. Abdul Fatah.

Kepala SD Khadijah 3 Candi lempung Surabaya Nurul Hidayati dalam sambutannya sebagai ketua panitia pembangunan menyampaikan ucapan terima kasih dan permohonan doa restu kepada semua undangan khususnya dari Yayasan dan wali murid yang sangat mendukung program pembangunan gedung baru SD Khadijah 3. “Insya Allah dari sisi prestasi akademik dan non akademik Alhamdulillah anak-anak sudah banyak prestasinya dan hasilnya memuaskan,“ ujar kepala sekolah yang hobi menulis. “Nah, sekarang dengan dimulainya pembangunan SD Khadijah 3 dengan tiga blok bangunan berlantai tiga mudah-mudahan layanan pendidikan semakin memadai sehingga anak-anak mampu berproses secara maksimal di sini (SD Khadijah 3, red), “ harapan kepala sekolah berprestasi  tingkat kota Surabaya di depan tamu yang hadir.

Dalam kesempatan berikutnya Hj Khofifah menyatakan bahwa kalau kita melakukan persandingan dengan lembaga pendidikan lain dari segi sarana prasarananya maka sudah semestinya Yayasan Khadijah harus terus mengembangkan layanan pendidikan yang lebih memadai. “ Semoga ikhtiar kita bersama yayasan, guru dan karyawan serta wali murid SD Khadijah 3 benar-benar diridhoi Allah sehingga pembangunan ini cepat selesai, dan akan ditandai prosesi pemasangan genteng terakhir,” doa Ketua Umum Yayasan dengan penuh  optimis.   

Selesai pembacaan doa oleh KH Abdul Fatah, dilanjutkan penandatanganan master plan dan peletakan batu pertama oleh Hj. Khofifah Indar Parawansa. Dengan iringan pembacaan sholawat kepada Nabi Muhammad SAW, prosesi peletakan batu pertama mulai dari Hj. Khofifah, H. Muhammad Thohir, H.Moh. Ali Aziz, sampai KH.Abdul Fatah terasa lebih khidmat. Semoga Allah SWT memberi pertolongan dan kekuatan kepada kita semua.  

Sekolah Khadijah Gelar Centre Progression Test

Mulai tanggal 20 sampai 22 Mei 2013, Sekolah Khadijah Surabaya yang tergabung dalam Cambridge International Examinations dengan ID268 menyelenggarakan ujian Centre Progression Test (CPT) untuk tingkat SD atau primary level dan tingkat SMP atau secondary 1 level. Ujian ini merupakan tahapan evaluasi penilaian terhadap kegiatan belajar dan mengajar di Sekolah Khadijah yang sudah menerapkan kurikulum adaptif yang ada di Cambridge. Sebanyak 1234 siswa mengikuti ujian CPT. Rinciannya, 1059 siswa SD dan 175 siswa SMP.  Ada tiga Mata pelajaran yang diujikan, yaitu : Mathematics, Science dan English. Principal Sekolah Khadijah Surabaya, Muhammad Iqbal, menyampaikan bahwa  soal ujian ini langsung dari Cambridge dan hasil pekerjaan setiap siswa juga akan dikirim ke Cambridge melalui situs resmi Cambridge. “ Kemudian kita akan mendapatkan hasil ujian setiap anak setelah semua semua hasil pekerjaan siswa kita entri ke situs Cambridge”, kata Iqbal. “ Selain untuk melihat perkembangan para siswa, semoga hasil ujian ini juga menjadi cermin bagi para guru di Sekolah Khadijah Surabaya untuk selalu meningkatkan kualitas layanan pendidikan internasional demi kemajuan semua murid”, harap guru teladan tahun 2012 ini.

Pemotretan KARTANU di SD Khadijah Pandegiling

Direncanakan pada hari jumat-sabtu (18-19/1), ribuan warga Nahdliyin sekecamatan Tegalsari melakukan pemotretan kartu tanda anggota Nahdlatul Ulama (KARTANU). Kegiatan ini merupakan program lanjutan pendataan warga NU di kota Surabaya. Wakil Ketua Pengurus Cabang NU Kota Surabaya, Mochammad Sholahuddin Azmi, menuturkan bahwa pemotretan KARTNANU untuk kecamatan Tegalsari memang dijadwalkan pada jumat-sabtu tanggal 18-19 Januari bertempat di gedung SD Khadijah Pandegiling jalan raya Pandegiling No. 217. “Karena setelah kita mencari tempat untuk pemotretan yang paling strategis, fasilitasnya memadai, bisa menampung ribuan orang ya memang di sini (SD Khadijah Pandegiling) yang paling representatif. Itu juga karena Kepala SD Khadijah Pandegiling, Muhammad Iqbal sudah memberikan ijin”. Kepala Sekolah Berprestasi tahun 2012 Kota Surabaya ini juga menambahkan bahwa SD Khadijah Pandegiling merupakan salah satu unit pendidikan di bawah naungan Yayasan Taman Pendidikan dan Sosial Nahdlatul Ulama Khadijah Surabaya, milik NU. “Intinya apa yang bisa kita bantu untuk NU ya akan kita bantu semampu dan sekuat tenaga kita”, kata Iqbal menegaskan. “Dengan membantu kelancaran kegiatan tersebut, semoga mendapat keberkahan dari para pendiri NU dan Pendiri Yayasan Khadijah”, tambah Principal CIE ID268.

SD Khadijah Pandegiling Juara II Drumband se Jawa Timur

Keceriaan wajah anak-anak siswa SD Khadijah Pandegiling begitu terlihat ketika Dewan Juri mengumungkan hasil kompetisi lomba drumband tingkat provinsi Jawa Timur. SD Khadijah Pandegiling berhasil menjadi juara II untuk kategori Colour Guard dari seluruh peserta dan harapan II untuk kategori brush tingkat SD.  “Alhamdulillah, Kami sangat gembira dan bangga kepada mereka, kita sangat bersyukur atas prestasi anak-anak”,  kata Muhammad Iqbal, Kepala SD Khadijah Pandegiling. “ anak-anak  telah berlatih keras, sungguh-sungguh”, ujar  Kepala sekolah yang dikenal sangat dekat dengan murid-murid ini menceritakan kesungguhan  siswa-siswanya satu bulan penuh berlatih mempersiapkan lomba . Orang nomor satu di SD Khadijah Pandegiling menjelaskan kompetisi yang berlangsung Ahad (20/10) di halaman Gedung Grahadi  Provinisi Jawa Timur memang  event bergengsi karena  diselenggarakan oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi  Jawa Timur dalam rangka menyambut hari Sumpah Pemuda. Total Peserta yang ikut berjumlah 48 dari perwakilan seluruh Jawa Timur termasuk dari sekolah-sekolah favorit  di Jawa Timur. Dengan mengikuti lomba anak-anak diajak untuk belajar kerja sama yang baik. Karena kerja sama yang baik pasti akan membuahkan hasil yang terbaik. Seperti alat musik yang di pakai dalam drumband  berbagai macam alat musik. Satu alat berperan masing-masing. “Kita harus mampu mengelola sehinga menghasilkan  nada dan lagu yang harmoni dan indah didengar”, kata Fina Luthfiana guru koordinator ekstra drumband sekolah Khadijah Pandegiling. “Melalui ajang kompetisi se Jawa Timur ini anak-anak juga diajak lebih siap berinteraksi dengan lingkungan luar, bisa menjadi ajang menjalin persahabatan yang lebih positif, saling mengenal dan anti tawuran”, pungkasnya.