Category Archives: Info Terbaru

Pra Raker Yayasan Khadijah : Mempertajam Karakter Islami dan Prestasi Siswa Khadijah

Tahun 2017, Yayasan Taman Pendidikan dan Sosial Nahdlatul Ulama Khadijah sudah berusia  63 tahun. Dengan tema “  Khadijah Bangkit, Berkarakter Islami dan Berprestasi”, pengurus Yayasan Khadijah menyelenggarakan Pra Rapat Kerja (Raker) Yayasan Khadijah. Kegiatan pra raker dilaksanakan selama 2 hari, mulai tanggal 9-10 September 2017 di meeting room  kantor Yayasan Khadijah. Selain pengurus Yayasan, pra raker ini diikuti oleh para pimpinan unit pendidikan di Yayasan Khadijah, pimpinan dua pondok pesantren putra Khadijah dan pondok pesantren putri NU Surabaya.

Agenda pra Raker di hari pertama adalah pengarahan pengurus Yayasan. Sebelum materi para ketua, terlebih dahulu sekretaris umum Yayasan, H. Muhammad Iqbal, M.Si menyampaikan kembali visi-misi Yayasan Khadijah dan gambaran alur pra raker. Pengarahan pengurus diawali  dengan pemaparan ketua bidang pendidikan, Prof. Surahmat, M.Si. Di hadapan 55 peserta pra raker, guru besar matematika itu mengingatkan bahwa sebagai pimpinan sekolah harus mempunyai cita-cita  yang  bisa menjawab terhadap visi-misi lembaga Yayasan Khadijah. Yaitu sebagai PUSAT PENDIDIKAN ISLAM  INTERNASIONAL YANG MEMBENTUK SDM UNGGUL DAN KOMPETITIF. Penyampaian materi dilanjutkan dengan pengarahan ketua bidang sosial, Dra. Hj. Fatmah Abbas. Dilanjutkan dengan materi ketua bidang usaha Dra. Hj.Lilik Fadhilah, M.Pd.I sampai pukul 12.40 WIB.

 

Setelah ishoma,  dilanjutkan dengan penyampaian materi ketua bidang keagamaan  dan pondok pesantren, Drs. H. Abdullah Sani, M.Pd. Beliau menyampaikan bahwa keunggulan bidang agama yang ada di semua unit sekolah Khadijah harus terus ditingkatkan. Misal kompetensi Alquran.

Seusai bidang keagamaan dilanjutkan dengan pemaparan ketua bidang sarana prasarana, SDM, keuangan dan administrasi, Drs.H. Suwito, M.M. Beliau menyampaikan bahwa pengelolaan keuangan sekolah dan Yayasan sekarang sudah berbasis SIM (sistem informasi manajemen) yang terkoneksi online dan realtime. Begitu juga dengan adminstrasi tenaga pendidik dan kependidikan (PTK) sudah berbasis SIM. “ bila ada guru yang sudah selesai S-2nya maka harus melakukan update biodatanya secara online di SIM Yayasan Khadijah sehingga data terkini yang ada di SIM akan dijadikan sumber pemetaan dan pengembangan SDM PTK”, kata Bapak  Suwito.

Setelah pengarahan  pengurus untuk masing-masing bidang, dilanjutkan dengan sesi dialog dengan semua peserta sampai pukul 16.00 WIB. Acara di hari pertama diakhiri sampai sore hari. Semoga pengarahan pengurus Yayasan menjadi bahan masukan bagi pimpinan sekolah mulai KB-TK, SD, SMP, SMP, SMA Khadijah dan pondok pesantren.

IDUL ADLHA 1438 H, KHADIJAH BERBAGI KEPADA WARGA

Allahu akbar 3 x. La ilaaha illallahu wallahu akbar.  Allahu akbar walillahilhamdu. Peringatan hari raya Idul Adlha tahun 2017/1438 H di Sekolah Khadijah  berjalan lancar. Kegiatan yang mengambil pelajaran dan hikmah dari Kisah Nabi Ibrohim AS dengan putranya Nabi Ismail AS di pusatkan di komplek  jalan A.Yani Surabaya. Kegiatan Idul Adha dilaksanakan dengan penyembelihan  hewan qurban dan penyaluran dagingnya kepada warga sekitar. Berdasarkan data yang diterima panitia jumlah hewan qurban pada tahun 2017 meningkat dari tahun sebelumnya.  Pada tahun 1438 H di sekolah Khadijah kompleks Wonokromo menyembelih sapi sebanyak 12 ekor Sapi dan 10 ekor kambing. “ Alhamdulillah pada tahun ini khususnya yang di Wonokromo bisa berqurban lebih banyak dari tahun sebelumnya, kata H.Abdullah Sani ketua IV Yayasan Khadijah. Daging qurban selain dibagikan kepada siswa dan internal sekolah juga dibagikan kepada warga sekitar Wonokromo yang terdata di RW 05 dan RT 01-10.

” Ini merupakan proses pembelajaran langsung kepada anak-anak terhadap pentingnya berqurban dan berbagi kepada masyarakat. Dengan mengagungkan namaNya anak-anak melihat prosesi penyembelihan hewan qurban. Semoga ibadah qurban pada tahun ini diterima oleh Allah SWT. Hanya milik Allah setiap pujian.

Upacara Kemerdekaan RI 17 Agustus 2017 YTPSNU Khadijah

17 Agustus adalah waktu yang sangat bersejarah bagi seluruh rakyat indonesi, karena pada tanggal tersebut Indonesia menyuarakan kemerdekaan negara indonesia dengan pembacaan teks proklamasi yang diprakarsai oleh pejuang merah putih Drs. Ir. Soekarno didampingi oleh Drs. Muhammad Hatta bertempat di Jalan Pegangsaan Timur 56, Jakarta Pusat. Yang mana sekarang lebih terkenal dengan nama Jl. Proklamasi. Pada tempat ini pula terdapat tugu peringatan proklamasi kemerdekaan RI yang diberi nama Tugu Proklamasi atau Tugu petir. Tugu Proklamasi berdiri di tanah lapang komplek Taman Proklamasi yang memiliki bentuk bulat tinggi berkepala lambang petir. Selain Tugu Proklamasi juga berdiri patung Soekarno-hatta berukuran besar yang berdiri berdampingan, mirip dengan dokumentasi foto ketika naskah proklamasi pertama kali dibacakan. Di tengah-tengah dua patung proklamator terdapat patung naskah proklamasi terbuat dari lempengan batu marmer hitam, dengan susunan dan bentuk tulisan mirip dengan naskah ketikan aslinya.

Pada 17 Agustus 2017 ini seluruh warga Negara Indonesia kembali mengenang kemerdekaan Negara Republik Indonesi dengan menggelar upacara pengibara bendera merah putih. Yayasan Taman Pendidikan dan Sosial Nahdlatul Ulama Khadijah juga ikut andil dalam perayaan Nasional ini dengan menggelar upacara pengibaran bendera dan mengadakan beberapa perlombaan seperti jalan sehat dengan hadiah yang sangat menarik, dan lomba lainnya seperti basket, futsal, lari karung, estafet karet dan lomba-lomba lain yang bertujuan untuk memeriahkan perayaan Kemerdekaan Negara Republik Indonesia ini.

Pengibaran sang saka merah putih oleh pasukan paskibra Smp Khadijah diiringi dengan lagu indonesia raya oleh paduan suara Smp Khadijah. Pada upacara kali ini yang bertugas sebagai pembina upacara adalah ketua I Yayasan Khadijah “Prof. Dr. Drs. H. Surahmat, M. Si.”.

Prof. Dr. Drs. H. Surahmat, M. Si.

Beliu berpesan kepada kita semua sebagai generasi pancasila untuk mengisi kemerdekaan indonesia ini dengan ilmu pengetahuan dan akhlakul karima yang baik, kita harus berusaha untuk menguasai semua ilmu pengetahuan. Upacara yang berjalan dengan hikmat ini diakhiri dengan pembacaan do’a oleh ketua VI Yayasan Khadijah “Drs. H. Abdulah Sani, M.Pd.I.”.

Drs. H. Abdulah Sani, M.Pd.I

Di akhir Upacara, Yayasan Khadijah juga membacakan beberapa surat keputusan diantaranya adalah keputusan Yayasan Khadijah tentang penghargaan kepada Guru dengan masa pengabdian 25 Tahun dan Siswa-Siswi berprestasi pada Smester II tahun pelajaran 2016-2017 yang dibacakan langsung oleh sekertaris umum Yayasan Khadijah “H. Muhammad Iqbal, S.Ag. M. Si.”. berikut ini adalah foto pembacaan SK dan penerima penghargaan tersebut.

Ada apa dengan Indonesia dan Khadijah dibulan Agustus ?

Agustus adalah bulan yang begitu spesial untuk YTPSNU Khadijah karena selain merayakan hari kemerdekaan Indonesia yang ke-72 YTPSNU Khadijah juga merayakan hari lahir yang ke-63 tahun tepatnya pada tanggal 1 Agustus 2017. Jika Soerkarno-Hatta adalah pelopor sekaligus pejuang kemerdekaan Negara Indonesia maka KH. Wahab Turcham adalah guru sekaligus pelopor berdirinya Yayasan Taman Pendidikan dan Sosial Nahdlatul Ulama Khadijah ini, doa dan rasa terima kasih kita haturkan kepada para pejuan yang telah mendahului kita, Amin. Dan berikut ini adalah deskripsi Agustus di tahun 2017 ini :

Indonesia dan Khadijah adalah istimewa

Indonesia berusia 72, 7+2=9

Khadijah berusia 63, 6+3=9

Indonesia merdeka tahun 45, 4+5=9

Khadijah lahir tahun 54, 5+4=9

1945 – 1954 = 9

Sama-sama lahir bulan Agustus

Sama-sama berujung di angka 9

Disokong oleh wali 9

Khadijah membangun Indonesia

Indonesia dipupuk Khadijah.

Peringatan Hari Lahir Yayasan Taman Pendidikan dan Sosial Nahdlatul Ulama Khadijah Ke-63

Agustus 2017 adalah bulan istimewa, selain secara nasional kita memperingati hari kemerdekaan, secara khusus, Yayasan Khadijah merayakan hari lahir Yayasan Khadijah yang ke 63.
Ya 63 tahun lalu para ulama dan cendekiawan NU Surabaya berjuang mendirikan sekolah mualimat yang kelak menjadi cikal bakal Yayasan Khadijah. K.H ABDUL WAHAB TURCHAM adalah guru sekaligus pendiri Yayasan Taman Pendidikan dan Sosial Nahdlatul Ulama Khadijah, pada 2 Dzulhijjah 1373 H atau bertepatan dengan 1 Agustus 1954. Pemilihan waktu tersebut mengandung makna dan hikmah yang diharapkan akan menjadi pemicu dan motivasi bagi para pelaksananya: 1 Agustus 1954 jika diartikan berdasarkan kata sangkala maka : 1 = Asal, 8 = Harapan, 1 = Ada, 9 = Ilmu, 5 = Emas, 4 = Dapat. Jadi ” Asal Harapan Ada Ilmu Emas Dapat”.
Kini 63 tahun sudah lembaga ini berdiri, saat ini berkembang melayani kebutuhan pendidikan masyarakat Indonesia. 63 sendiri adalah angka istimewa, karena di usia inilah Sang Nabi agung wafat, 6+3 adalah 9 yang berarti wali songo (jumlah bintang di lambang Yayasan Khadijah).
Jumlah 9 ini juga menjadi jumlah unit pendidikan yang secara resmi sudah beroperasi di Yayasan Khadijah (1. TK Khadijah, 2. TK Khadijah Pandegiling,3. TK Khadijah Wonorejo, 4. SD Khadijah, 5. SD Khadijah 3, 6. SD Khadijah Pandegiling, 7. SMP Khadijah, 8. SMP Khadijah 2, dan 9. SMA Khadijah).
Secara kultural, Yayasan Khadijah juga mendirikan pendidikan berbasis pesantren yakni pesantren Putra dan Pesantren Putri Khadijah


Dalam peringatan ulang tahun ke 63 ini Yayasan Khadijah menyelenggarakan kegiatan jalan sehat yang melibatkan sekitar 300 murid, wali murid dan guru. Hadiah utama jalan sehat ini adalah sepeda motor disamping ratusan hadiah hiburan yang lain.

 

Penguatan Manajemen Di Yayasan Khadijah Tahun Ajaran 2017-2018

Awal bulan Agustus adalah saat-saat penting bagi seluruh sekolah di bawah naungan Yayasan khadijah. Saat inilah kemampuan kepala sekolah harus muncul, terutama dalam mengatur irama kegiatan beserta anggarannya. Seluruh rencana anggaran , baik sumber maupun penggunaannya diperiksa satu persatu secara detil oleh pengurus Yayasan. Arahan, nasihat dan masukan pengurus Yayasan untuk kegiatan selama satu tahun yang akan dating sangat penting.


Sangat terlihat situasi akrab dan saling menghormati antara pengurus Yayasan dan pimpinan sekolah selama pelaksanaan asistensi ini. Proses diakhiri dengan penandatangan berita acara yang berisi poin masukan, revisi dan perubahan yang perlu diakomodasi oleh sekolah.

Harlah Khadijah Ke-63 (1 Agustus 1954)

Taman Pendidikan dan Sosial Nahdlatul Ulama Khadijah bermula dari sebuah kegiatan formal. Lambang pendidikan yang pertama kali didirikan sebagai embrio TPP Khadijah ini adalah Madrasah Muallimat NU dengan masa pendidikan 6 Tahun, yang didirikan pada tanggal 1 Agustus 1954 (2 Dzulhijjah1373 H).

Sebagai lembaga yang bergerak dalam pelayanan masyarakat dituntut untuk selalu dinamis, mampu menyesuaikan dengan tuntutan dan perkembangan masyarakat dan bangsa. Oleh karena itu, lembaga pendidikan ini telah beberapa kali berubah nama. Perubahan pertama adalah dari Madrasah Muallimat NU menjadi Taman Pendidikan Putri NU (TPPNU) (tahun 1960) lalu menjadi TPGNU kemudian berubah menjadi Taman Pendidikan Putri Khadijah (TPP Khadijah) pada tahun 1972. Dan yang terakhir adalah Taman Pendidikan dan Sosial Nahdlatul Ulama Khadijah.

K.H ABDUL WAHAB TURCHAM adalah guru sekaligus pendiri Yayasan Taman Pendidikan dan Sosial Nahdlatul Ulama Khadijah pada tanggal 2 Dzulhijjah 1373 H atau bertepatan dengan tanggal 1 Agustus 1954. Pemilihan Waktu tersebut mengandung makna dan hikmah yang diharapkan akan menjadi pemicu dan motivasi bagi para pelaksananya, dimana 1 Agustus 1954 jika diartikan berdasarkan kata sangkala maka : 1 = Asal, 8 = Harapan, 1 = Ada, 9 = Ilmu, 5 = Emas, 4 = Dapat. Jadi ” Asal Harapan Ada Ilmu Emas Dapat”.

Ustad Abdul Wahab Turcham, sebagai tokoh yang mendapat kepercayaan dari masyarakat dan organisasi Nahdlatul Ulama untuk mendirikan lembaga ini dikenal ulet, kreatif, disiplin dan berpandangan jauh kedepan . Keuletan beliau dan juga berkat bantuan ulama’ dan tokoh masyarakat di Surabaya, antara lain : KH. Moch. Ridwan; KH. Abdul Fattah Yasin; KH. Abdul Manaf Murtadlo; dan H. Abdul Azis Dijar.

Yayasan Taman Pendidikan dan Sosial Khadijah memiliki Visi dan Misi sebagai taman pendidikan yang mencetak sumber daya manusia berkualitas dalam keislaman ahlussunnah wal jama’ah, keilmuan global, berwawasan kebangsaan, serta peka social dan lingkungan.

Harapan kami semua semoga Yayasan Taman Pendidikan dan Sosial Khadijah yang telah berdiri selama 63 Tahun ini dapat menjadi lebih Barokah. Amin.

Peletakan Batu Pertama Pembangunan Musholla Pondok Putra Khadijah

Acara peletakan batu pertama untuk pembangunan musholla putra khadijah ini adalah rentetan acara yang dilaksanakan seusai acara Haul Kh. Abdul Wahab Turcham Ke-22 yang alhamdulillah berjalan dengan lancar.

Pelaksaan peletakan batu pertama ini dipimpin langsung oleh ketua umum Yayasan Khadijah Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa yang tidak dapat menahan tangis saat pembacaan doa yang di pimpin langsung oleh Kh.Marzuki.

Haul Pendiri Yayasan Khadijah KH. Abdul Wahab Turcham Ke-22

Acara Haul Kh.Abdul Wahab Turcham yang dihelat pada hari Sabtu,6 Mei 2017. Acara yang dihadiri oleh ketua umum Yayasan Khadijan yang juga menjabat sebagai Menteri Sosial Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa, para Ulama dan Kiai berserta ribuan jamaah dari keluarga besar Yayasan Taman Pendidikan Dan Sosial Khadijah, dan Jamaah Al Khidmah itu berjalan hikmat dengan lantunan doa dan sholawat yang silih berganti dibacakan oleh para jamaah.

Gebyar Prestasi Qur’ani 2017

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mewisuda 371 siswa-siswi Yayasan Taman Pendidikan dan Sosial Nahdlatul Ulama (YPTSNU) Khadijah Surabaya yang telah mengkhatamkan Al-Quran, Sabtu (1/4). Prosesi wisuda digelar dalam acara “Gebyar Prestasi Al-Quran” yang merupakan acara puncak dari rangkaian ujian munaqosah tartil dan tahfid.

Acara tahunan tersebut dihadiri lebih dari 1000 tamu undangan. Selain Mensos Khofifah, turut hadir juga Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy.

Dalam sambutannya, Khofifah mengatakan wisuda bukan akhir dari proses belajar melainkan hanya untuk naik tingkatan. Untuk itu, dia berharap, agar santri tetap belajar dalam mengembangkan diri menjadi anak-anak yang Qur’ani demi menyongsong masa depan yang lebih baik, berkarakter, dan berahlakul karimah.

“Semoga para santri bisa lebih mengembangkan kemampuan baca tulis Al-Quran nya lebih baik lagi dan kedepan dapat meningkatkan pemahaman serta pengalamannya,” kata Khofifah yang juga merupakan Ketua YTPSNU Khadijah ini.

Khofifah juga berpesan untuk mencintai dan menjadikan Al-Quran sebagai pedoman hidup. Kepada para orangtua ia meminta untuk terus mengajarkan membaca Al-Quran dari kecil kepada anak-anak, sehingga sampai dewasa nanti mereka akan terbiasa untuk terus membacanya.

“Alquran hendaknya diimplementasikan nyata dalam kehidupan sehari-hari, memahami dan mengamalkan isi kandungan Al-Quran dimulai sejak dini. Al-Quran mengajarkan untuk menghadirkan Islam rahmatan lil alamin, Islam penyemai damai dan kasih,” tuturnya.

Menteri Pendidikan Muhadjir Effendy menyampaikan apresiasinya terhadap prestasi siswa-siswi YTPSNU. Menurutnya, apa yang telah dicapai seluruh siswa-siswi merupakan pencapaian luar biasa karena membutuhkan perjuangan dan komitmen tinggi.

Penasehat Program Khusus Pendidikan Al-Quran YPTSNU Khadijah, KH Bashori Alwi mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk apresiasi terhadap prestasi siswa-siswi dalam membaca dan menghafal Al-Quran.

“Acara ini adalah acara puncak dari rangkaian ujian munaqosah tartil dan tahfid yang di ikuti siswa-siswi,” ungkapnya.

Diterangkan, sebelum dinyatakan lulus para siswa-siswi diwajibkan mengikuti tiga ujian yaitu ujian tingkat unit pendidikan, tingkat yayasan,dan tingkat Pesantren Ilmu Al-Quran (PIQ). Setelah melewati ketiga ujian tersebut baru kemudian mengikuti ujian terbuka yang langsung diuji oleh pengurus PIQ dan disaksikan oleh tamu yang hadir.

Siswa yang diwisuda, kata dia, tidak hanya bisa membaca Al-Quran tetapi sudah mempunyai kemampuan yang baik dalam ilmu Tajwid, Fashahah, Tartil, dan Gharibil Quran.

Sementara itu, salah satu orangtua siswa, Amalia (33) mengatakan jika dirinya terharu atas prestasi anaknya menamatkan Al-Quran, Aesha Neysa yang notabene masih duduk di bangku TK B.

“Saya sendiri belum tamat Al-Quran, tapi anak saya sudah. Bangga sekali rasanya, saya tidak menyangka,” tuturnya.

Sedangkan, Siswa Kelas 9 SMP Khadijah, M Rafli menyatakan perasaaan bangganya atas apa yang telah dicapai. Kedepan, Ia berkeinginan untuk menjadi seorang hafidz Al-Quran.

“Bismillah, Insya Allah saya bisa menghafal 30 Juz Al-Quran,” ucapnya penuh semangat.

Saat ini YTPSNU mengelola pendidikan mulai PAUD sampai SMA dengan 2918 murid dengan 323 tenaga pendidik. Lembaga pendidikan ini telah mendapat ID 268 dari Cambridge International Examination untuk SD, SMP dan SMA. Berbagai prestasi di bidang science, olahraga, seni film serta ilmu Al- Qur’an telah diraih baik tingkat kabupaten/kota, provinsi maupun nasional.

Menristek Dukung YTPS-NU Khadijah Bangun Perguruan Tinggi Internasional

Menristek Dukung YTPS-NU Khadijah Bangun Perguruan Tinggi Internasional

Surabaya, NU Online Senin, 28/09/2015 00:01
Menristekdikti Mohamad Nasir mendukung Yayasan Taman Pendidikan dan Sosial Nahdlatul Ulama (YTPS-NU) “Khadijah” Surabaya untuk membangun perguruan tinggi (PT) berstandar internasional.

“Di sini, SD, SMP, dan SMA yang ada sudah berstandar Cambridge International Examination (CIE), karena itu saya dorong untuk membangun PT berstandar internasional,” katanya saat mengunjungi YTPS-NU Khadijah di Wonokromo, Surabaya, Sabtu.

Didampingi Ketua Umum YPTS-NU Khadijah Surabaya, Khofifah Indarparawansa, mantan Rektor Undip Semarang itu menjelaskan standar internasional itu penting karena dunia ke depan akan semakin terbuka.

“Kalau kita tidak menyiapkan sumber daya manusia yang berkelas dunia, maka kita akan semakin ketinggalan. Kalau selama ini, NU berbuat untuk Indonesia, maka ke depan harus berbuat untuk Indonesia dan dunia,” katanya.

Menjelang peninjauan ke Perguruan Internasional YTPS-NU di Wonorejo, Surabaya, Menristekdikti mengaku siap memberikan izin rencana pendirian PT berstandar internasional itu, asalkan ada fasilitas (sarana) dan sumber daya (dosen).

“Saran saya, jangan membuka fakultas yang tidak dibutuhkan. Kalau berdiri di Surabaya, maka harus melihat potensi Surabaya itu apa, lalu dirikan fakultas yang sesuai kebutuhan itu,” katanya.

Menurut dia, banyak lulusan perguruan tinggi yang tidak terserap pasar karena dua hal yakni kompetensi atau kualitas lulusan dan kebutuhan pasar yang tidak tergarap.

“Saya yakin Khadijah (YPTS-NU Khadijah) bisa, asalkan punya komitmen yang kuat pasti bisa. Kita punya 134 PTN dan 4.100-an PTS, tapi dua PTN yang masuk 500 universitas terkemuka di dunia,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Ketua Umum YPTS-NU Khadijah Surabaya, Khofifah Indar Parawansa, menyatakan perguruan tinggi berstandar internasional itu disiapkan sejak tahun 2009 dan akhir tahun ini akan dimulai pembangunannya.

“Kita punya lahan seluas 14,5 hektare yang akan kita bangun PAUD, SD, SMP, SMA, universitas, asrama siswa dan guru, masjid, perpustakaan, masjid, untuk tamu dan pertemuan, dan supermarket, bahkan masih ada 40 persen open space untuk danau di tengah-tengah,” katanya.
Khofifah yang juga menjabat sebagai Mentersi Sosial itu mengharapkan pembangunan akan selesai dalam lima tahun dengan dukungan dana dari Islamic Development Bank (IDB).
“Kita juga akan menyiapkan sumber daya manusia selama lima tahun ke depan untuk mendukung lima fakultas yang kita rencanakan yakni STEEM atau sains, teknologi, engineering, economic, dan mathematic,” katanya. (Antara/Mukafi Niam)