Category Archives: Berita Utama

Peletakan Batu Pertama Pembangunan Musholla Pondok Putra Khadijah

Acara peletakan batu pertama untuk pembangunan musholla putra khadijah ini adalah rentetan acara yang dilaksanakan seusai acara Haul Kh. Abdul Wahab Turcham Ke-22 yang alhamdulillah berjalan dengan lancar.

Pelaksaan peletakan batu pertama ini dipimpin langsung oleh ketua umum Yayasan Khadijah Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa yang tidak dapat menahan tangis saat pembacaan doa yang di pimpin langsung oleh Kh.Marzuki.

Haul Pendiri Yayasan Khadijah KH. Abdul Wahab Turcham Ke-22

Acara Haul Kh.Abdul Wahab Turcham yang dihelat pada hari Sabtu,6 Mei 2017. Acara yang dihadiri oleh ketua umum Yayasan Khadijan yang juga menjabat sebagai Menteri Sosial Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa, para Ulama dan Kiai berserta ribuan jamaah dari keluarga besar Yayasan Taman Pendidikan Dan Sosial Khadijah, dan Jamaah Al Khidmah itu berjalan hikmat dengan lantunan doa dan sholawat yang silih berganti dibacakan oleh para jamaah.

Gebyar Prestasi Qur’ani 2017

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mewisuda 371 siswa-siswi Yayasan Taman Pendidikan dan Sosial Nahdlatul Ulama (YPTSNU) Khadijah Surabaya yang telah mengkhatamkan Al-Quran, Sabtu (1/4). Prosesi wisuda digelar dalam acara “Gebyar Prestasi Al-Quran” yang merupakan acara puncak dari rangkaian ujian munaqosah tartil dan tahfid.

Acara tahunan tersebut dihadiri lebih dari 1000 tamu undangan. Selain Mensos Khofifah, turut hadir juga Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy.

Dalam sambutannya, Khofifah mengatakan wisuda bukan akhir dari proses belajar melainkan hanya untuk naik tingkatan. Untuk itu, dia berharap, agar santri tetap belajar dalam mengembangkan diri menjadi anak-anak yang Qur’ani demi menyongsong masa depan yang lebih baik, berkarakter, dan berahlakul karimah.

“Semoga para santri bisa lebih mengembangkan kemampuan baca tulis Al-Quran nya lebih baik lagi dan kedepan dapat meningkatkan pemahaman serta pengalamannya,” kata Khofifah yang juga merupakan Ketua YTPSNU Khadijah ini.

Khofifah juga berpesan untuk mencintai dan menjadikan Al-Quran sebagai pedoman hidup. Kepada para orangtua ia meminta untuk terus mengajarkan membaca Al-Quran dari kecil kepada anak-anak, sehingga sampai dewasa nanti mereka akan terbiasa untuk terus membacanya.

“Alquran hendaknya diimplementasikan nyata dalam kehidupan sehari-hari, memahami dan mengamalkan isi kandungan Al-Quran dimulai sejak dini. Al-Quran mengajarkan untuk menghadirkan Islam rahmatan lil alamin, Islam penyemai damai dan kasih,” tuturnya.

Menteri Pendidikan Muhadjir Effendy menyampaikan apresiasinya terhadap prestasi siswa-siswi YTPSNU. Menurutnya, apa yang telah dicapai seluruh siswa-siswi merupakan pencapaian luar biasa karena membutuhkan perjuangan dan komitmen tinggi.

Penasehat Program Khusus Pendidikan Al-Quran YPTSNU Khadijah, KH Bashori Alwi mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk apresiasi terhadap prestasi siswa-siswi dalam membaca dan menghafal Al-Quran.

“Acara ini adalah acara puncak dari rangkaian ujian munaqosah tartil dan tahfid yang di ikuti siswa-siswi,” ungkapnya.

Diterangkan, sebelum dinyatakan lulus para siswa-siswi diwajibkan mengikuti tiga ujian yaitu ujian tingkat unit pendidikan, tingkat yayasan,dan tingkat Pesantren Ilmu Al-Quran (PIQ). Setelah melewati ketiga ujian tersebut baru kemudian mengikuti ujian terbuka yang langsung diuji oleh pengurus PIQ dan disaksikan oleh tamu yang hadir.

Siswa yang diwisuda, kata dia, tidak hanya bisa membaca Al-Quran tetapi sudah mempunyai kemampuan yang baik dalam ilmu Tajwid, Fashahah, Tartil, dan Gharibil Quran.

Sementara itu, salah satu orangtua siswa, Amalia (33) mengatakan jika dirinya terharu atas prestasi anaknya menamatkan Al-Quran, Aesha Neysa yang notabene masih duduk di bangku TK B.

“Saya sendiri belum tamat Al-Quran, tapi anak saya sudah. Bangga sekali rasanya, saya tidak menyangka,” tuturnya.

Sedangkan, Siswa Kelas 9 SMP Khadijah, M Rafli menyatakan perasaaan bangganya atas apa yang telah dicapai. Kedepan, Ia berkeinginan untuk menjadi seorang hafidz Al-Quran.

“Bismillah, Insya Allah saya bisa menghafal 30 Juz Al-Quran,” ucapnya penuh semangat.

Saat ini YTPSNU mengelola pendidikan mulai PAUD sampai SMA dengan 2918 murid dengan 323 tenaga pendidik. Lembaga pendidikan ini telah mendapat ID 268 dari Cambridge International Examination untuk SD, SMP dan SMA. Berbagai prestasi di bidang science, olahraga, seni film serta ilmu Al- Qur’an telah diraih baik tingkat kabupaten/kota, provinsi maupun nasional.

Menristek Dukung YTPS-NU Khadijah Bangun Perguruan Tinggi Internasional

Menristek Dukung YTPS-NU Khadijah Bangun Perguruan Tinggi Internasional

Surabaya, NU Online Senin, 28/09/2015 00:01
Menristekdikti Mohamad Nasir mendukung Yayasan Taman Pendidikan dan Sosial Nahdlatul Ulama (YTPS-NU) “Khadijah” Surabaya untuk membangun perguruan tinggi (PT) berstandar internasional.

“Di sini, SD, SMP, dan SMA yang ada sudah berstandar Cambridge International Examination (CIE), karena itu saya dorong untuk membangun PT berstandar internasional,” katanya saat mengunjungi YTPS-NU Khadijah di Wonokromo, Surabaya, Sabtu.

Didampingi Ketua Umum YPTS-NU Khadijah Surabaya, Khofifah Indarparawansa, mantan Rektor Undip Semarang itu menjelaskan standar internasional itu penting karena dunia ke depan akan semakin terbuka.

“Kalau kita tidak menyiapkan sumber daya manusia yang berkelas dunia, maka kita akan semakin ketinggalan. Kalau selama ini, NU berbuat untuk Indonesia, maka ke depan harus berbuat untuk Indonesia dan dunia,” katanya.

Menjelang peninjauan ke Perguruan Internasional YTPS-NU di Wonorejo, Surabaya, Menristekdikti mengaku siap memberikan izin rencana pendirian PT berstandar internasional itu, asalkan ada fasilitas (sarana) dan sumber daya (dosen).

“Saran saya, jangan membuka fakultas yang tidak dibutuhkan. Kalau berdiri di Surabaya, maka harus melihat potensi Surabaya itu apa, lalu dirikan fakultas yang sesuai kebutuhan itu,” katanya.

Menurut dia, banyak lulusan perguruan tinggi yang tidak terserap pasar karena dua hal yakni kompetensi atau kualitas lulusan dan kebutuhan pasar yang tidak tergarap.

“Saya yakin Khadijah (YPTS-NU Khadijah) bisa, asalkan punya komitmen yang kuat pasti bisa. Kita punya 134 PTN dan 4.100-an PTS, tapi dua PTN yang masuk 500 universitas terkemuka di dunia,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Ketua Umum YPTS-NU Khadijah Surabaya, Khofifah Indar Parawansa, menyatakan perguruan tinggi berstandar internasional itu disiapkan sejak tahun 2009 dan akhir tahun ini akan dimulai pembangunannya.

“Kita punya lahan seluas 14,5 hektare yang akan kita bangun PAUD, SD, SMP, SMA, universitas, asrama siswa dan guru, masjid, perpustakaan, masjid, untuk tamu dan pertemuan, dan supermarket, bahkan masih ada 40 persen open space untuk danau di tengah-tengah,” katanya.
Khofifah yang juga menjabat sebagai Mentersi Sosial itu mengharapkan pembangunan akan selesai dalam lima tahun dengan dukungan dana dari Islamic Development Bank (IDB).
“Kita juga akan menyiapkan sumber daya manusia selama lima tahun ke depan untuk mendukung lima fakultas yang kita rencanakan yakni STEEM atau sains, teknologi, engineering, economic, dan mathematic,” katanya. (Antara/Mukafi Niam)

ITE College Central Singapura Berkunjung ke Khadijah

Sebanyak 20 siswa dan 2 orang guru dari sekolah Singapura berkunjung ke Yayasan Khadijah Jl. A.Yani 2-4 Surabaya (19/9). Kegiatan ini adalah rangkaian program “Youth Experiential Learning” The Institute of Tehcnical Education (ITE) College Central Singapura di Sekolah Dasar Khadijah 3 Candi Lempung yang berlangsung mulai tanggal 13 September 2013 hingga tanggal 20 Sptember 2013. Ketua Yayasan Ibu Jazilah Rahmah mengatakan bahwa hari ini (19/9) rombongan dari ITE diundang ke Yayasan Khadijah sebagai lembaga yang menaungi SD Khadijah 3.” Supaya mereka lebih mengenal dan semakin akrab dengan sekolah-sekolah yang ada di lingkungan Yayasan Khadijah,” katanya. “ Dulu, murid Khadijah ada yang dari luar negeri termasuk Singapura juga, “ kata salah satu ketua Yayasan itu mengenang dengan bangga.

Dalam kesempatan sehari kemarin (19/9) 20 siswa dan dua orang guru dari ITE diterima Pengurus Yayasan dan beberapa Kepala Sekolah di  meeting room Yayasan Khadijah. Hadir dalam acara itu pengawas Hj. Fatmah Abbas, ketua III  Hj, Djazilah Rahmah, sekretaris I Hj. Yulia Istianah, sekretaris II Dwi Astutik, bendahara Hj. Nihayah Djabbar, Kepala SMA Khadijah, kepala  SMP Khadijah Wonokromo, Kepala SD Khadijah Wonokromo, Kepala SD Khadijah Pandegiling dan Kepala SD Khadijah 3 Candi Lempung yang secara khusus menjadi mitra kegiatan ITE College Central selama seminggu.

Setelah penyambutan, rombongan diajak berkunjung ke sekolah-sekolah yang berada satu komplek di jalan A.Yani. Dimulai berkunjung ke perpustakaan SMP Khadijah. Rombongan dapat melihat koleksi dan penataan ruang perpustakaan yang nyaman. Sesudah itu berkunjung ke SD Khadijah Wonokromo. Di sini (SD Khadijah Wonokromo, red) rombongan siswa ITE dibagi menjadi beberapa tim untuk diajak melihat lebih dekat dan berinteraksi dengan siswa kelas International (International Class Programe). Dalam kesempatan itu, siswa Khadijah sangat senang bisa bertemu dan berdiaog dengan siswa Singapura sekaligus bisa bermain bersama-sama meskipun usia siswa ITE adalah seusia anak  SMA. “ What’s your name,” kata Ghalib Ibrahim siswa kelas 3B SD Khadijah bertanya ke siswa ITE. My name is Shimah,” jawab salah satu siswa ITE seraya senyum manis. Kemudian siswa ITE itu balik bertanya, “what’s your hobby, Ghalib?. “ My Hobby is Reading,” jawab Ghalib seraya memandang ke arah wajah siswa ITE itu. Selesainya berdiaog di kelas, para siswa ITE mengajak siswa Khadijah bermain bola basket di lapangan. Mereka terlihat senang dan menikmati kunjungan ke Khadijah.

Terakhir, mereka diajak berdialog dengan siswa SMA Khadijah di ruang multi media. Wakil kepala SMA Drs. Nurmantoko yang mendampingi menyampaikan bahwa anak-anak SMA yang tergabung di OSIS juga mempunyai kegiatan sosial untuk warga yang kurang mampu. Beberapa dokumentasi kegiatan OSIS SMA Khadijah dipresentasikan di depan rombongan ITE. Di samping itu, siswa ITE juga menunjukkan dokumentasi kegiatannya selama di Surabaya khususnya kegiatan di SD Khadijah 3 Candi Lempung. Pertemuan singkat itu diakhiri iringan lagu yang sudah disiapkan oleh siswa SMA Khadijah dengan alunan gitar yang merdu. Siswa ITE senang dan berharap bisa bekunjung lagi di waktu mendatang.