Category Archives: Berita Utama

Biografi Kh. Abdul Wahab Turcham

Haul KH.Abdul Wahab Turcham Ke-23

Yayasan Khadijah Kerja Sama dengan  Al Khidmah  Selengggrakan Majlis Dzikir & Maulidur Rasul Muhammad SAW.

Lantunan dzikir dan  sholawat  terdengar begitu khidmat  pada hari Sabtu pagi (07/04) di halaman Yayasan Khadijah. Kegiatan yang bertajuk Majlis Dzikir & Maulidurur Rosulullah Muhammad SAW   pagi itu dalam rangka memperingati haul salah satu pendiri Yayasan Khadijah KH. Abdul Wahab Turcham ke-23.

Dihadiri sekitar 4000 orang jamaah yang terdiri dari keluarga besar Yayasan Khadijah, alumni Khadijah, jamaah Al Khidmah Surabaya (majlis dzikir yang didirikan oleh Mursyid Thoriqoh Qodiriyah wan Naqsyabandiyah KH.A.Asrori  Bin Utsman Al Ishaqi  Surabaya), anggota muslimat se Surabaya dan warga sekitar Wonokromo.

Tamu undangan yang juga hadir adalah dewan pembina Yayasan Khadijah, Pengawas, pengurus, antara lain Prof.Dr. Ridlwan Nasir, MA, Dra. Hj. Maruroh Wahid, M.Si, Hj. Djazilah Rahmah, dr. H. Muhammad Thohir, Sp.Kj, H.Sugiyannur dan Hj. Khofifah Indar Parawansa (ketua Umum Yayasan Khadijah). Dari kalagan habaib dan masyayikh juga banyak yang hadir, antara lain Habib Mustofa al-Jufri, Habib Abdurrahman Bin Agil, Habib Muhammad Al-Atos,Habib Ahmad Zainal Abidil Bin Agil, Habib Ahmad bin Zein al Kaf, KH. Muhammad Hafidz Malang, Ustad H. Choiruddin (Al-Fitrah Surabaya).

Acara yang dimulai pukul 07.00 WIB diawali dengan membaca tawasul Al fatihah kepada para perintis, pendiri dan keluarga besar Yayasan Khadijah yang sudah wafat. Dilanjutkan dengan pembacaan istighosah dan manaqib Syekh Abdul Qodir Al Jilani. Selesai pembacaan manaqib dilanjutkan dengan pembacaan Maulid Nabi Muhammad SAW dan doa maulid.

Usai dzikir dan sholawat, acara dilanjutkan sambutan-sambutan. Pengurus Al Khidmah Surabaya Ustadz Moh.Abdullah Bahannan, M.Pd dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan majlis dzikir dan sholawat ini benar-benar  hanya untuk memperoleh ridho Allah SWT.” Sebagaimana penguatan dan penekanan yang selalu disampaikan kepada jamaah oleh Romo Yai Asrori Bin Utsman Al Ishaqi) di setiap majlis Al Khidmah”, ungkap Ustadz Abdullah.

Dalam kesempatan sambutan kedua, Ketua Umum Yayasan Khadijah Hj.Khofifah Indar Parawansa menyampaikan bahwa bacaan-bacaan dzikir dan sholawat ini mampu memberikan ketenangan batin. “ Apalagi majlis yang yang dikumandangkan bacaan sholawat, pasti Rosulullah hadir di tengah-tengah kita”, kata Hj. Khofifah.

Ketua umum Muslimat itu juga menambahkan bahwa kegiatan Haul. KH. A.Wahab Turcham ke-23 menjadi pelajaran untuk mencontoh akhlaq-akhlaq mulia dari beliau Ustadz Wahab, sebutan yang akrab untuk KH.A.Wahab Turcham ke-23. “ beliau ini termasuk pribadi yang istiqomah dalam memajukan dunia pendidikan. Perhatian beliau untuk masa depan anak-anak yang di sekolah Khadijah kala itu selalu didoakan agar  murid-muridnya kelak menjadi orang-orang yang suskses. Menjadi Pemimpin Masa Depan.” Ungkap  Menteri Sosial RI tahun 2014-2018.

KH.DR (HC). Ir. Sholahuddin Wahid

Hadir sebagai pemberi mauidhoh hasanah, KH.DR (HC). Ir. Sholahuddin Wahid beserta Ibu Nyai Farida Sholahuddin. Gus Sholah menyampaikan bahwa esensi memajukan dunia pendidikan adalah membangun akhlaq para murid. “ Sehingga benar-benar menjadi murid yang cerdas dan berakhlaqul karimah.” Kata pengasuh pesantren Tebu Ireng. “ Kata istri saya yang diajar oleh KH.A.Wahab Turcham, beliau itu adalah ulama sedehana, guru yang baik dalam mendidik anak-anak, beliau mengajar dengan lemah lembut, “ cerita Gus Sholah di  hadapan Jamaah yang hadir. “ Kita harus bisa mencontoh pribadi beliau ini dalam memajukan dunia pendidikan, “ pungkas Adik kandung Gus Dur Presiden RI ke-4.

Tingkatkan Kompetensi Alquran, Khadijah Gelar Munaqosyah Tartil

Unit pendidikan Yayasan Khadijah mulai TK, SD, SMP dan SMA Khadijah menggelar kegiatan munaqosyah tartil Alquran (Sabtu, 24/2) tingkat PIQ (Pesantren Ilmu Alquran) yang dipimpin KH.Bashori Alwi Murtadlo, Singosari Malang. Kegiatan yang bertujuan untuk menseleksi kompetensi baca Alquran diikuti oleh 415 siswa Khadijah. Dari data yang diterima panitia, diketahui bahwa peserta Munaqosyah Alquran tingkat PIQ adalah peserta yang sudah lulus seleksi tingkat sekolah dan tingkat Yayasan awal Januari.

Peserta seleksi  mengikuti pembukaan bersama-sama di aula Yayasan Khadijah yang dihadiri oleh Pengurus Yayasan Khadijah, para kepala sekolah Khadijah, Direktur Bil Qolam  PIQ Singosari Malang (KH. Anas Bashori Alwi, putra sulung KH. Bashori Alwi Murtadlo) dan tim munaqisy PIQ yang berjumlah 14 orang. Dalam sambutan dan sekaligus membuka secara resmi, Ketua I Yayasan Khadijah, Prof Dr. Surahmat, M.Si  menyampaikan bahwa siswa yang mempunyai nilai plus di bidang Alquran akan menjadikan siswa semakin unggul. Contohnya di perguruan tinggi, banyak mahasiswa yang mempunyai kompetensi tahfidz Alquran nilai akademiknya juga semakin bagus sehingga mudah mendapat beasiswa. “ oleh karena itu, di sekolah Khadijah, pembelajaran Alquran ini harus terus dikembangkan dan terus dikembangkan supaya anak-anak semakin mencintai Alquran dalam kehidupan kesehariannya kelak” harap guru besar bidang matematika.

Dalam kesempatan sambutan berikutnya, Direktur Bil Qolam, KH. Anas Bashori Alwi menyampaikan bahwa kemuliaan orang-orang yang Ahlul Quran itu akan mendapatkan syafaat dari Alquran di hari qiyamat nanti.” Maka kita harus senantiasa terus belajar dan belajar Alquran supaya termasuk dalam golongan ahlul quran” pungkas Gus Anas, putra sulung KH.Bashori Alwi.

KH. Anas Bashori Alwi

Lebih lanjut, sekretaris panitia munaqosyah, Ustadz H. M. Rochman Firdian, menyampaikan bahwa seleksi tingkat PIQ yang diikuti oleh 415 siswa dibagi dalam 14 majlis.Setiap majlis ada 30 siswa. Di samping itu,guru agama SMP Khadijah itu menyampaikan bahwa selain munaqosyah tartil juga ada munaqosyah tahfidz yang dilaksanakan pada hari senin (26/2) dan diikuti oleh 150 siswa. Siswa yang lulus munaqosyah tartil dan tahfidz akan diwisuda pada gebyar prestasi alquran tanggal 10 Maret 2018 sebagai agenda tahunan Yayasan Khjadijah.

berikut adalah prosesi munaqosyah :

 

Yayasan Khadijah berangkatkan 15 orang Pergi Umroh

Suasana khidmat penuh dengan lantunan doa dan sholawat talbiyah dikumandangkan di ruang meeting room Yayasan Khadijah. Jamaah umroh yang berjumlah 15 orang sedang mengikuti walimah safar bersama dengan pembina, pengawas, pengurus dan pimpinan sekolah Yayasan Khadijah.

Acara ini semakin lengkap dengan kehadiran langsung Ketua Umum Yayasan Khadijah, Ibu Hj. Khofifah Indar Parawansa.

Hj. Khofifah Indar Parawansa

Dalam sambutan pelepasan jamaah umroh, Ibu Hj. Khofifah menyampaikan bahwa ibadah haji atau ibadah umroh merupakan ibadah yang menyangkut ibadah jasamniah dan ibadah ruhaniyah. Oleh karena itu beliau mengajak semua yang hadir mendoakan kepada Jamaah umroh Yayasan Khadijah supaya diberi kesehatan lahir batin, kekuatan dan kemudahan dalam setiap ibadah di Mekkah Madinah dan setelahnya tiba di Indosesia. Ibu Hj. Khofifah juga berpesan dan berharap kepada para tamu Allah SWT ini untuk senantiasa mendoakan kepada Yayasan Khadijah supaya mampu meningkatkan layanan pendidikan yang berkualitas dalam mengemban misi menjaga aqidah islam Ahlus wal jamaah.

Prof Dr. H.M. Ridlwan Nasir, MA

Dalam kesempatan yang sama, ketua Pembina Yayasan Khadijah, Prof Dr. H.M. Ridlwan Nasir, MA mengutarakan pengalaman perjalanan ibadah haji dan umroh mulai tahun 1996 sampai tahun 2017 selalu memperbanyak doa “ Allhumma yassir wala tu’assir, robbi tammim lana bil khoir”. Dalam pengalaman itu, beliau menceritakan pertolongan Allah SWT datang berupa  kemudahan setiap ibadah yang  dilakukan di sana.  Walimah safar ini disempurnakan dengan pembacaan doa oleh Prof. Dr. H.M. Ridlwan Nasir, MA.

RAKER YAYASAN KHADIJAH 2017 : Khadijah Bangkit, Berkarakter Islami, dan Berprestasi

Yayasan Taman Pendidikan dan Sosial Nahdlatul Ulama Khadijah menyelenggarakan rapat kerja tahun 2017, Ahad (24/09) di hotel Mercure Grand Mirama, jalan raya Darmo Surabaya. Kegiatan rutin tahunan itu dihadiri 100an orang mulai dari jajaran pembina, pengawas,ketua umum (Dra.Hj. Khofifah Inndar Pawasa) pengurus, pimpinan unit pendidikan dan pimpinan unit sosial di lingkungan Yayasan Khadijah. Dewan pembina yang hadir yaitu : Prof, Dr. H.M. Ridlwan Nasir, MA, Dra.Hj. Masruroh Wachid, M.Si, dan Hj. Djazilah Rahma, BA.

      Foto bersama Pengurus, Kepala Sekolah, dan Kepala LPMP

Acara yang dimulai pada pagi hari jam 08.30 WIB dibuka secara resmi oleh ketua pembina Yayasan Khadijah yakni : bapak Prof. Dr. H.M. Ridlwan Nasir, MA. Dalam sambutannya, guru besar UIN Sunan Ampel Surabaya itu menyampaikan nilai-nilai/prinsip yang harus dipegang dalam rangka mengelola Yayasan Khadijah di usia lembaga yang sudah cukup senior, 63 tahun, yaitu : As Syumuliyah (penerapan nilai-nilai universal termasuk mengedepankan akhlaq), At Tawazun ( keseimbangan antara olah dzikir dan pikir, diharapkan anak-anak Khadijah adalah anak-anak yang benar, berakhalq dan pintar/cerdas), At Tabayyun ( program-program Yayasan, sekolah dan unit sosial merupakan program yang mempunyai kejelasan dan detail untuk mencapai tujuan yang diharapkan).

Prof. Dr. H.M. Ridlwan Nasir

Beliau menambahkan bahwa prinsip yang harus dipegang supaya yayasan Khadijah mampu dan meningkatkan kesuksesannya adalah At Tanassub (keterkaitan, program-program atau kegiatan yang dilaksanakan memiliki keterkaitan antara yang satu dengan yang lainnya dalam menjawab visi-misi Yayasan Khadaijah yaitu membentuk SDM yang unggul dan kompetitif), At Taqoddum (kemajuan, program dan kegiatan yang dilaksanakan berorintasi dalam kemajuan suatu bangsa dan negara) dan Al Kamalul Insan ( menuju kesempurnaan manusia).

Prof. Dr. H.Moh. Ali Aziz, M.Ag

Setelah sambutan pembina, acara pembukaan dilanjutkan dengan pembacaan doa oleh bapak Prof. Dr. H.Moh. Ali Aziz, M.Ag yang juga ketua pengawas Yayasan Khadijah.

RAKER YAYASAN KHADIJAH 2017 : Kunci Peningkatan Kualitas Guru adalah Kesadaran Seorang Guru untuk Berubah

Drs. Bambang Agus Susetyo, M.M, M.Pd.

Usai ceremony pembukaaan, dilanjutkan sesi diskusi peningkatan kualitas guru dengan menghadirkan narasumber Kepala Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Jawa Timur, Drs. Bambang Agus Susetyo, M.M, M.Pd. dimoderatori oleh Dra. Hj. Yulia Istianah, diskusi yang mengambil tema “strategi pengembangan kualitas guru untuk mencetak generasi emas yang berakhlaqul karimah” berlangsung dengan lancar dan mendapat respon positif dari peserta raker.
Dalam paparannya, narasumber yang tugas pertama kalinya adalah seorang guru di daerah Tulung Agung  pada tahun 1980an itu menjelaskan bahwa kata kunci dari peningkatan kualitas guru adalah adanya kesadaran pada pribadi seorang untuk terus berubah meningkatkan kualitas dirinya. “ sekarang kita kasih baseline kondisi kualitas kita sudah sejauh mana?.kemudian ke depan kita cek kualitas kita sudah meningkat sampai di mana terkait tugas mulia sebagai seorang guru?”, katanya di depan peserta rapat tahunan itu. Beliau menambahkan bahwa guru pasti mempunyai banyak cara untuk mendidik anak-anak menjadi sukses.
Salah satu dari peserta raker menyampaikan sebuah pertanyaan bagaimana caranya melahirkan anak-anak yang berprestasi meraih medali emas tingkat nasional. Mantan kepala SMPN Tulung Agung itu menjawab bahwa anak-anak yang memilki nilai A di bidang olimpiade sains diajak bersama tim gurunya belajar ke para ahli di perguruan tinggi semisal UNESA. “mereka para siswa sudah disiapkan jauh hari, sehingga kalau ada olimpiade sains tinggal mencari anak yang peringkat 1-3 untuk diikutkan lomba”, katanya sambil mengucap syukur telah berhasil bertahun-tahun mengantarkan anak didiknya memperoleh medali emas olimpiade sains nasional. “ Khadijah harusnya lebih mampu karena di sini dekat dengan para ahli yang berada di perguruan tinggi ternama di kota Surabaya” harapnya menyemangati para pimpinan sekolah peserta raker.

Peduli Rohingya, Yayasan Khadijah Bersama Muslimat NU Surabaya Sumbang 6 Ton Beras

Sebanyak 6 ton beras diberangkatkan menuju Pelabuhan Tanjung Perak dengan diangkut sebuah truk dari halaman Kantor PC Muslimat NU Kota Surabaya, Rabu (20/9) siang. Menariknya, yang menaikkan seluruh beras ke atas truk adalah puluhan murid SD, SMP dan SMA Khadijah Surabaya tanpa bantuan kuli angkut seorang pun.

 

Selain 6 ton beras yang telah dikirimkan menuju lokasi pengungsian itnis rohingya disana yayasan khadih beserta PC Muslimat NU Surabaya juga akan mengirimkan beragam bantuan lain, diantaranya ada mukena, baju takwa, sabun mandi, pasta gigi, pampers dan selimut. Sebanyak 5000 lebih pakaian yang baru semua juga termasuk dalam daftar bantuan yang akan dikirimkan.

Pengumpulan bantuan tersebut bermula setelah kepulangan ibu Khofifah Indar Parawansa dari tanah suci dan melaksanakan tasyakuran di rumahnya. Ia mengundang sekaligus memberikan pencerahan kepada seluruh kepala sekolah di Yayasan Khodijah dan Muslimat NU Surabaya. “Bantuan sosial untuk Rohingya ini memang perlu karena sangat dibutuhkan di wilayah sana,” ujarnya menirukan Mensos.

Setelah anjuran tersebut, Muslimat NU Surabaya bersama para kepala sekolah begerak bersama melanjutkan instruksi ibu Khofifah. Belum sampai satu minggu bantuan yang terkumpul beras sebanyak 6 ton, serta uang tunai sebesar Rp 100 juta. “Alhamdulillah bantuannya luar biasa yang masuk,” ujar Dra Hj Lilik Fadhilah, MPd.

Keberhasilan dalam pengumpulan bantuan oleh Yayasan Khadijah dan Muslimat Surabaya itu karena peran media sosial serta animo masyarakat khususnya warga Nahdliyin yang sangat luar biasa.

“Bahkan dari purnawirawan TNI AL serta dari yayasan-yayasan lain juga larinya ke Yayasan Khadijah,” tegas wanita yang juga Ketua V Yayasan Khadijah Surabaya ini.

Sementara itu, Ketua Panitia Pengumpulan Bantuan Muslim Rohingya Yayasan Khadijah Surabaya Syifa’ul Khoir, SAg menambahkan, bantuan yang masuk ke kapal dibatasi hanya 6 ton saja karena kapasitas kapal hanya 25 ton sehingga yang 19 ton berasal dari Muslimat NU Pusat.

“Beras itu berasal dari kepedulian para alumni SD Khadijah Surabaya yang menyumbang sekitar 5 ton. Karena keterbatasan kapasitas itulah maka untuk hari ini tidak bisa ditambah lagi pengirimannya. Andai kata hari ini ada container yang bisa mengangkat, 10 ton beras masih bisa,” ucap Kepala Sekolah SD Khadijah ini.

Kepedulian Yayasan Khadijah terhadap tragedi kemanusiaan Rohingya tidak terlepas dari visi-misi yayasan yaitu taman pendidikan sosial khadijah. “Kata sosial inilah yang harus dikembangkan bahwa misi khadijah tidak hanya mencerdaskan anak bangsa tapi juga misi sosial kepada masyarakat,” pungkas Ibu Lilik.

Khadijah Peduli Rohingya

Dalam rangka Peduli Rohingnya maka Yayasan Khadijah melaksanakan pengalangan bantuan dari unit pendidikan dan unit sosial  di lingkungan Yayasan Khadijah Surabaya. “Sebagai sesama umat manusia penghuni bumi, kita prihatin atas tragedi kemanusiaan yang terjadi di Rohingnya ini, Tidak ada alasan bagi kita untuk tidak membantu saudara-saudara kita yang berada di sana (Rohingnya)” Ujar Ibu Dra. Hj, Khofifah Indar Parawansa, M.Si Menteri Sosial RI yang juga sekaligus Ketua Umum Yayasan Khadijah Surabaya.

Sabtu, 16 September 2017 bantuan pun mulai berdatangan. Mulai bantuan dari KB-TK Khadijah A. Yani, KB-TK Khadijah Pandegeling, KB-TK Khadijah Wonorejo, SD Khadijah A. Yani, SD Khadijah 3, SD Khadijah Pandegiling, SMP Khadijah A. Yani, SMP Khadijah 2, SMA Khadijah dan bantuan dari Unit Sosial pun juga terus berdatangan mulai dari Panti Asuhan Khadijah 1, Panti Asuhan Khadijah 2, Panti Asuhan Zianuddin, Panti Asuhan Khadijah 3, dan Panti Asuhan Ruqoiyah.

Dan Sungguh di luar dugaan kami, Tidak sampe’ 2 hari, bantuan yang datang pun  sungguh sangat membeludak. Bahkan Beras pun sudah dapat mencapai lebih dari 5 ton. bahkan bantuan yang berdatangan pun tidak hanya datang dari unit khadijah saja, bantuan dari berbagai kalangan pun juga terus mengalir di antaranya dari jama’ah majelis taklim, lembaga/organisasi, komunitas, tokoh/public figur dan juga sekolah-sekolah lain di luar khadijah. Mulai dari Beras, Mie, Baju, Selimut, Handuk, Kerudung, Sarung sampe’ Obat-obatan pun ada semuanya.

 

Semoga dan Insya’allah bantuan dari khadijah ini sedikit bisa meringan kan beban saudara-saudara kita yang berada di Rohingnya.

Kepala Sekolah Khadijah Laporkan Kinerja dan Prestasi Sekolah [ Part I ]

Hari kedua pra rapat kerja Yayasan Khadijah tahun 2017, para kepala sekolah  menyampaikan laporan dan prestasi sekolah  pada tahun pelajaran 2016/2017. Penyampaian laporan diawali tiga kepala  KB-TK Khadijah. Kesempatan pertama disampaikan oleh Kepala KB TK Khadijah, Dra. Hj. Suhartin. Kepala sekolah di jalan A.Yani Surabaya itu mengatakan bahwa sekolah TK Khadijah telah berhasil menjadi juara lomba PAUD terbaik tingkat kota Surabaya tahun 2017. “ Alhamdulillah dengan sumber daya yang ada kita bisa menunjukkan bahwa kita bisa menjadi yang terbaik”, ungkap kepala sekolah asli rembang.

      Kepala Sekolah KB-TK Khadijah A.Yani ( Dra. Hj. Suhartin )

Kepala Sekolah KB-TK Khadijah Pandegiling ( Asmaul Husna, S.Pd )

Sesi berikutnya diberikan kepada kepala sekolah KB TK Khadijah Pandegiling, Asmaul Husna, S.Pd. Kepala sekolah terbaik tingkat kota Surabaya tahun 2017 itu mengatakan bahwa sekolah KB-TK Khadijah Pandegiling semakin banyak dikunjungi oleh sekolah-sekolah lain sebagai tempat studi banding. “ Bahkan pada tahun ini sekolah-sekolah dari luar pulau seperti dari Kalimantan sudah mengagendakan studi banding ke TK ini”, cerita Kepala Sekolah yang sedang menyelesaikan program pasca sarjana di UNESA. “ Alhamdulillah sarana prasarana juga sudah semakin lengkap nyaman termasuk gedung daycare. Terima kasih kepada Pengurus Yayasan Khadijah”, lanjut Ibu 2 anak yang semuanya sekolah di Khadijah.

Kepala Sekolah KB-TK Khadijah Wonorejo ( Samihah Hilyati, S.Pd )

Kesempatan yang ketiga adalah pemaparan Kepala Sekolah KB-TK Khadijah Wonorejo, Samihah Hilyati, S.Pd. Kepala sekolah yang juga pakar di bidang Alquran ini menyampaikan bahwa perjuangan di tahun pertama proses kegiatan belajar dilaksanakan mulai bulan Agustus 2016. “Dengan kondisi yang cukup sebagai persyaratan penyelenggaraan pembukaan kelompok bermain Khadijah Wonorejo, ijin penyelenggaran kelompok bermain  Khadijah Wonorejo kita ajukan pada bulan Maret 2017, dan Alhamdulilah pada bulan April 2017 ijin untuk KBnya sudah turun” kata Ibu Mamik, panggilan akrabnya. Beliau menyampaikan jumlah siswa semula 4 anak, di akhir semester 2 ini sudah bertambah menjadi 10 anak. “ sekarang total jumlah siswa KB-TK Khadijah Wonorejo berjumlah 20 siswa. Sekali lagi Alhamdulillah, berbagai upaya kita lakukan untuk memperkenalkan KB-TK Khadijah Wonorejo sehingga menjadi pilihan tepat para orang tua,” ungkap Ibu yang 3 bulan lalu melahirkan anak keduanya. (bersambung).

Berikut adalah beberapa foto yang dapat diabadikan :

IDUL ADLHA 1438 H, KHADIJAH BERBAGI KEPADA WARGA

Allahu akbar 3 x. La ilaaha illallahu wallahu akbar.  Allahu akbar walillahilhamdu. Peringatan hari raya Idul Adlha tahun 2017/1438 H di Sekolah Khadijah  berjalan lancar. Kegiatan yang mengambil pelajaran dan hikmah dari Kisah Nabi Ibrohim AS dengan putranya Nabi Ismail AS di pusatkan di komplek  jalan A.Yani Surabaya. Kegiatan Idul Adha dilaksanakan dengan penyembelihan  hewan qurban dan penyaluran dagingnya kepada warga sekitar. Berdasarkan data yang diterima panitia jumlah hewan qurban pada tahun 2017 meningkat dari tahun sebelumnya.  Pada tahun 1438 H di sekolah Khadijah kompleks Wonokromo menyembelih sapi sebanyak 12 ekor Sapi dan 10 ekor kambing. “ Alhamdulillah pada tahun ini khususnya yang di Wonokromo bisa berqurban lebih banyak dari tahun sebelumnya, kata H.Abdullah Sani ketua IV Yayasan Khadijah. Daging qurban selain dibagikan kepada siswa dan internal sekolah juga dibagikan kepada warga sekitar Wonokromo yang terdata di RW 05 dan RT 01-10.

” Ini merupakan proses pembelajaran langsung kepada anak-anak terhadap pentingnya berqurban dan berbagi kepada masyarakat. Dengan mengagungkan namaNya anak-anak melihat prosesi penyembelihan hewan qurban. Semoga ibadah qurban pada tahun ini diterima oleh Allah SWT. Hanya milik Allah setiap pujian.

Upacara Kemerdekaan RI 17 Agustus 2017 YTPSNU Khadijah

17 Agustus adalah waktu yang sangat bersejarah bagi seluruh rakyat indonesi, karena pada tanggal tersebut Indonesia menyuarakan kemerdekaan negara indonesia dengan pembacaan teks proklamasi yang diprakarsai oleh pejuang merah putih Drs. Ir. Soekarno didampingi oleh Drs. Muhammad Hatta bertempat di Jalan Pegangsaan Timur 56, Jakarta Pusat. Yang mana sekarang lebih terkenal dengan nama Jl. Proklamasi. Pada tempat ini pula terdapat tugu peringatan proklamasi kemerdekaan RI yang diberi nama Tugu Proklamasi atau Tugu petir. Tugu Proklamasi berdiri di tanah lapang komplek Taman Proklamasi yang memiliki bentuk bulat tinggi berkepala lambang petir. Selain Tugu Proklamasi juga berdiri patung Soekarno-hatta berukuran besar yang berdiri berdampingan, mirip dengan dokumentasi foto ketika naskah proklamasi pertama kali dibacakan. Di tengah-tengah dua patung proklamator terdapat patung naskah proklamasi terbuat dari lempengan batu marmer hitam, dengan susunan dan bentuk tulisan mirip dengan naskah ketikan aslinya.

Pada 17 Agustus 2017 ini seluruh warga Negara Indonesia kembali mengenang kemerdekaan Negara Republik Indonesi dengan menggelar upacara pengibara bendera merah putih. Yayasan Taman Pendidikan dan Sosial Nahdlatul Ulama Khadijah juga ikut andil dalam perayaan Nasional ini dengan menggelar upacara pengibaran bendera dan mengadakan beberapa perlombaan seperti jalan sehat dengan hadiah yang sangat menarik, dan lomba lainnya seperti basket, futsal, lari karung, estafet karet dan lomba-lomba lain yang bertujuan untuk memeriahkan perayaan Kemerdekaan Negara Republik Indonesia ini.

Pengibaran sang saka merah putih oleh pasukan paskibra Smp Khadijah diiringi dengan lagu indonesia raya oleh paduan suara Smp Khadijah. Pada upacara kali ini yang bertugas sebagai pembina upacara adalah ketua I Yayasan Khadijah “Prof. Dr. Drs. H. Surahmat, M. Si.”.

Prof. Dr. Drs. H. Surahmat, M. Si.

Beliu berpesan kepada kita semua sebagai generasi pancasila untuk mengisi kemerdekaan indonesia ini dengan ilmu pengetahuan dan akhlakul karima yang baik, kita harus berusaha untuk menguasai semua ilmu pengetahuan. Upacara yang berjalan dengan hikmat ini diakhiri dengan pembacaan do’a oleh ketua VI Yayasan Khadijah “Drs. H. Abdulah Sani, M.Pd.I.”.

Drs. H. Abdulah Sani, M.Pd.I

Di akhir Upacara, Yayasan Khadijah juga membacakan beberapa surat keputusan diantaranya adalah keputusan Yayasan Khadijah tentang penghargaan kepada Guru dengan masa pengabdian 25 Tahun dan Siswa-Siswi berprestasi pada Smester II tahun pelajaran 2016-2017 yang dibacakan langsung oleh sekertaris umum Yayasan Khadijah “H. Muhammad Iqbal, S.Ag. M. Si.”. berikut ini adalah foto pembacaan SK dan penerima penghargaan tersebut.

Ada apa dengan Indonesia dan Khadijah dibulan Agustus ?

Agustus adalah bulan yang begitu spesial untuk YTPSNU Khadijah karena selain merayakan hari kemerdekaan Indonesia yang ke-72 YTPSNU Khadijah juga merayakan hari lahir yang ke-63 tahun tepatnya pada tanggal 1 Agustus 2017. Jika Soerkarno-Hatta adalah pelopor sekaligus pejuang kemerdekaan Negara Indonesia maka KH. Wahab Turcham adalah guru sekaligus pelopor berdirinya Yayasan Taman Pendidikan dan Sosial Nahdlatul Ulama Khadijah ini, doa dan rasa terima kasih kita haturkan kepada para pejuan yang telah mendahului kita, Amin. Dan berikut ini adalah deskripsi Agustus di tahun 2017 ini :

Indonesia dan Khadijah adalah istimewa

Indonesia berusia 72, 7+2=9

Khadijah berusia 63, 6+3=9

Indonesia merdeka tahun 45, 4+5=9

Khadijah lahir tahun 54, 5+4=9

1945 – 1954 = 9

Sama-sama lahir bulan Agustus

Sama-sama berujung di angka 9

Disokong oleh wali 9

Khadijah membangun Indonesia

Indonesia dipupuk Khadijah.